Punya Start Sempurna, Tiga Eks Pelatih Indonesia Saling Sikut Rebut Slot Terakhir M7

Raihan

January 5, 2026

Indonesia selama ini dikenal sebagai lumbung pemain elite Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Namun di fase Wildcard M7 World Championship, muncul fakta menarik lain: Indonesia juga diam-diam menjadi “sekolah” lahirnya pelatih kelas dunia.

Di M7 Wildcard, tiga pelatih yang pernah membangun karier kepelatihannya di Indonesia kini memimpin tim dari tiga region berbeda, dan semuanya tampil sempurna di laga pembuka. Tezet, Vren, dan FlySolo sukses membawa tim masing-masing meraih kemenangan 2–0, sekaligus memosisikan diri sebagai kandidat kuat untuk mengamankan dua slot tersisa menuju Swiss Stage.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa kerasnya ekosistem MLBB Indonesia bukan hanya menempa pemain, tetapi juga membentuk pelatih dengan mental dan kapasitas global.

Dari Indonesia ke Panggung Dunia

Ketiga nama tersebut memiliki satu benang merah: Indonesia.

Lingkungan kompetitif MPL ID yang brutal, tuntutan hasil instan, serta tekanan komunitas yang tinggi justru menjadi medan tempur yang membentuk kualitas kepelatihan mereka. Kini, pengalaman itu mereka bawa ke level internasional.

Di babak Wildcard M7, ketiganya langsung mencuri perhatian dengan performa meyakinkan, menunjukkan bahwa fondasi yang mereka bangun di Indonesia bukan sekadar pengalaman, melainkan bekal untuk bersaing di panggung dunia.

Tezet, Wakil Indonesia yang Bersinar di Turki

Di antara ketiganya, Tezet menjadi satu-satunya pelatih asal Indonesia yang tampil di M7 Wildcard. Pelatih bernama asli Yosua Sanger ini kini menangani Boostgate Esports dari Turki.

Di bawah arahannya, Boostgate sukses lolos ke M7 setelah finis sebagai runner-up MTC Turkiye Championship Season 6, sebuah peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya.

Nama Tezet sendiri melejit saat menangani AURA Fire di MPL ID. Ia dikenal sebagai sosok yang mampu membangkitkan tim dari keterpurukan, dengan torehan dua kali finis peringkat ketiga MPL ID Season 9 dan 10, hasil terbaik AURA Fire kala itu.

Perjalanan tersebut menjadi batu loncatan sebelum Tezet memutuskan hijrah ke luar negeri dan kini bersaing di panggung dunia.

FlySolo, Ditempa di Indonesia, Matang di Luar Negeri

Meski berkewarganegaraan Filipina, FlySolo memulai karier kepelatihannya di Indonesia. Ia pertama kali menjajal peran pelatih bersama PABZ Esports di MDL ID Season 6, lalu berlanjut ke Pendekar Esports.

Meski hasilnya belum mencolok, pengalaman di Indonesia justru menjadi bekal penting. Setelah meninggalkan Tanah Air, karier FlySolo melonjak pesat. Ia sempat melatih Deus Vult (EECA), Todak (MPL MY), hingga See You Soon (MPL KH), sebelum akhirnya bergabung dengan Virtus.pro pada Mei 2025.

Kini, FlySolo menjadi salah satu pelatih paling disegani di Wildcard M7, membuktikan bahwa tempaan di Indonesia tidak pernah sia-sia.

Vren, Dari MPL ID ke Panggung Global

Cerita serupa juga dialami Vren. Pelatih asal Filipina ini sempat menangani Bigetron Esports di MPL ID Season 10, lalu kembali ke Filipina bersama BREN Esports, sebelum akhirnya dipercaya RRQ Hoshi di MPL ID Season 13.

Meski perjalanan mereka di Indonesia tidak selalu mulus, pengalaman menghadapi tekanan tinggi MPL ID terbukti membentuk karakter kepelatihan yang matang. Kini, Vren mampu menunjukkan pengaruhnya di level internasional, memimpin tim dengan pendekatan yang lebih solid dan terstruktur.

Indonesia, Pabrik Pemain dan Pelatih Dunia

Kisah Tezet, FlySolo, dan Vren menegaskan satu hal penting: Indonesia bukan hanya penghasil pemain berbakat, tetapi juga pelatih berkelas dunia.

Dulu, beberapa dari mereka sempat diragukan. Kini, mereka justru menjadi figur sentral di M7 Wildcard, saling bersaing untuk mengamankan tiket menuju Swiss Stage.

Hanya dua tim yang akan melaju dari fase ini, sementara delapan tim masih berjuang habis-habisan. Dengan start sempurna yang mereka miliki, sorotan kini tertuju pada satu pertanyaan besar:

Siapa dari tiga eks pelatih Indonesia ini yang akan melangkah lebih jauh di M7?

Leave a Comment

Optimized by Optimole