Dua Jalan, Satu Mimpi: SANZ dan Nino Jadi Tumpuan Harapan Indonesia di M7 World Championship

Raihan

January 10, 2026

M7 World Championship menjadi panggung paling emosional bagi skena Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Berstatus sebagai tuan rumah, Tanah Air kembali menaruh harapan besar untuk mengakhiri dominasi Filipina yang telah bertahan sejak M2. Di tengah ekspektasi tersebut, dua tim Indonesia hadir membawa mimpi yang sama melalui jalan yang berbeda: ONIC Esports dan Alter Ego.

Di balik kekuatan dua tim ini, terdapat dua figur kunci yang menjadi simbol perjuangan masing-masing: SANZ di kubu ONIC Esports dan Nino bersama Alter Ego. Keduanya memiliki latar belakang, perjalanan, dan sumber motivasi yang berbeda, namun bertemu pada satu tujuan besar #Menu7uJuara.

ONIC Esports: Konsistensi, Dominasi, dan Ambisi yang Belum Tuntas

Sebagai juara MPL ID Season 16, ONIC Esports datang ke M7 dengan status favorit. Dominasi mereka di kancah domestik dalam hampir satu dekade terakhir menjadikan ONIC simbol konsistensi Indonesia di level tertinggi MLBB.

Salah satu pilar utama dari konsistensi tersebut adalah SANZ. Mid laner bernama asli Gilang ini telah membela ONIC sejak M3 World Championship dan menjadi bagian dari tujuh gelar MPL ID yang diraih tim berjuluk Landak Kuning itu. Namun di balik sederet prestasi tersebut, ada satu hal yang belum pernah ia rasakan: gelar juara dunia.

Bagi SANZ, M7 bukan sekadar turnamen. Ini adalah misi personal yang berakar dari keluarga.

ONIC Sanz – Credit to @mpl.id.official

Saya selalu ingat tujuan saya datang ke Jakarta. Saya ingin membawa hasil yang ‘mewah’ untuk keluarga. Setiap match yang saya mainkan, saya dedikasikan untuk mereka,” ungkap SANZ.

Motivasi tersebut membuat SANZ tetap lapar akan kemenangan, meski telah mengoleksi hampir semua gelar domestik. Kiboy, rekan setimnya, bahkan menyebut SANZ sebagai pemain yang paling tidak bisa menerima kekalahan karena ambisi besarnya untuk menang di setiap laga.

Dengan pengalaman panjang, mental juara, dan konsistensi yang teruji, ONIC datang ke M7 sebagai representasi kekuatan mapan Indonesia, tim yang ingin menyempurnakan dominasi dengan satu mahkota yang belum pernah diraih.

Alter Ego: Kebangkitan, Kepercayaan, dan Pembuktian Diri

Berbeda dengan ONIC, perjalanan Alter Ego menuju M7 dipenuhi cerita jatuh-bangun. Setelah terakhir tampil di M2, El Familia akhirnya kembali ke panggung dunia lewat status runner-up MPL ID Season 16, sebuah pencapaian yang tidak banyak diprediksi.

Di tengah roster muda dan status kuda hitam, Nino berdiri sebagai sosok paling senior. Bagi pemain bernama lengkap Syauki Fauzan Sumarno ini, M7 adalah debut kejuaraan dunia pertamanya sepanjang karier profesional.

Perjalanannya tidak mudah. Pergantian role dari gold lane ke EXP lane, performa tim yang fluktuatif, hingga keraguan terhadap diri sendiri sempat menghantui. Namun satu hal membuatnya bertahan: kepercayaan.

Alter Ego Nino – Credit to: @mpl.id.official

Saya sering merasa tidak layak. Tapi Alter Ego terus memberi kesempatan. Saya ingin membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak salah,” ujar Nino.

Dukungan besar datang dari CEO Alter Ego, Delwyn Sukamto, yang terus mendorong Nino bahkan di titik terendahnya. Kepercayaan inilah yang kini menjadi bahan bakar utama Nino untuk membawa Alter Ego melangkah jauh di M7.

Jika ONIC adalah simbol dominasi, maka Alter Ego adalah simbol kebangkitan dan keberanian menantang status quo. Dengan tekanan yang lebih kecil sebagai underdog, Nino dan rekan-rekannya berpotensi menjadi kejutan terbesar di M7.

Dua Jalan Berbeda, Satu Harapan Indonesia

ONIC dan Alter Ego datang ke M7 dengan identitas yang kontras. Yang satu dibangun dari konsistensi dan dominasi, yang lain dari proses dan pembuktian. Namun keduanya memikul harapan yang sama dari jutaan penggemar MLBB Indonesia: mengembalikan piala M-Series ke Tanah Air.

Swiss Stage M7 World Championship akan dimulai pada 10 Januari 2026 di XO Hall, Jakarta Barat. Di hadapan publik sendiri, SANZ dan Nino akan memulai perjalanan mereka, dua jalan berbeda, satu mimpi besar. Kini, tinggal satu pertanyaan yang tersisa: akankah M7 menjadi momen kebangkitan Indonesia di panggung dunia?

Semua mata tertuju pada mereka.

Leave a Comment

Optimized by Optimole