Swiss Stage M7 World Championship resmi dimulai, dan laga pembuka langsung menyuguhkan tensi tinggi. Wakil tuan rumah ONIC Esports harus menghadapi ujian berat saat berjumpa Boostgate Esports, tim kuda hitam yang lolos dari babak Wildcard.
Alih-alih menang mudah, ONIC justru dipaksa bekerja ekstra keras. Pertandingan berjalan selama 29 menit penuh tekanan, dengan kedua tim saling bertukar momentum sejak early game. Atmosfer di venue M7 pun dibuat panas oleh duel yang nyaris berujung kejutan.
Early Game Jadi Milik Boostgate, ONIC Dibuat Tak Berkutik
Sejak menit awal, ONIC Esports terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Draft mereka mengandalkan hero-hero scaling dan momentum seperti Claude, Yi Sun-shin, Kadita, Uranus, dan Kalea. Komposisi yang jelas membutuhkan waktu dan farming untuk benar-benar aktif.
Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Boostgate Esports. Mereka tampil agresif dengan draft Hayabusa, Karrie, Valentina, Khaleed, dan Sora, menekan sejak early game dan memaksa ONIC bermain defensif.
Salah satu faktor paling merepotkan datang dari Sora, hero yang pergerakannya sulit ditebak. Dengan mode Torrent, Sora mampu menciptakan inisiasi mendadak layaknya Tigreal. Eksi, EXP laner Boostgate, berulang kali membuka teamfight krusial dan hampir membawa timnya mencuri kemenangan besar.
Jika Boostgate berhasil menang, performa Eksi layak disebut sebagai kandidat MVP di laga ini.
Kairi Akui Banyak Missplay di Early Game

Dominasi Boostgate di early hingga mid game diakui langsung oleh jungler ONIC, Kairi, dalam sesi wawancara pasca pertandingan.
“Kita nggak terlalu ekspek main sampai late game. Kita juga banyak missplay di early, dan itu benar-benar nguntungin mereka,” ujar Kairi.
Pengakuan ini menunjukkan betapa ONIC sebenarnya berada di posisi berbahaya. Tower demi tower runtuh, map control dikuasai lawan, dan satu kesalahan saja bisa menjadi akhir bagi sang tuan rumah.
Mental Juara Bicara, ONIC Bangkit di Late Game
Namun, pengalaman dan mental juara ONIC Esports akhirnya berbicara. Memasuki late game, mereka perlahan keluar dari zona merah. Meski kehilangan banyak turret, ONIC masih mampu menculik satu hingga dua pemain Boostgate di momen-momen krusial.
Puncaknya terjadi di area Lord. Kiboy dengan Kalea sukses melakukan pick-off penting ke arah Kazue (Hayabusa), membuat Boostgate kehilangan damage utama. Momen tersebut langsung mengubah arah permainan.
Lord pun diamankan tanpa perlawanan berarti, dan dengan tekanan penuh dari minion serta eksekusi teamfight yang lebih rapi, ONIC Esports akhirnya menutup pertandingan dan mengamankan kemenangan 1–0.
Bukti Mental Tuan Rumah
Kemenangan ini menjadi pernyataan penting bagi ONIC Esports. Meski hampir kalah di laga pembuka, mereka membuktikan bahwa status tuan rumah bukan sekadar label. Kemampuan bertahan di bawah tekanan dan membalikkan keadaan di momen krusial menunjukkan kelas mereka sebagai salah satu kandidat juara M7. Swiss Stage baru saja dimulai, tapi satu hal sudah jelas: ONIC Esports tidak akan menyerah begitu saja di rumah sendiri.

