NVIDIA Belok ke AI, GPU Gaming Baru Absen di 2026?

Raihan

February 9, 2026

Rumor panas datang dari industri hardware. NVIDIA dikabarkan tidak akan merilis GPU gaming baru sepanjang 2026, seiring perusahaan tersebut semakin memusatkan fokus pada pengembangan chip AI dan pusat data. Informasi ini pertama kali diungkap oleh media teknologi The Information dalam laporan terbarunya pada 9 Februari 2026.

Jika rumor ini akurat, maka gamer kemungkinan besar tidak akan melihat kehadiran GeForce RTX 50-series Super atau penyegaran GPU baru di tahun depan.

Produksi RTX 50-Series Dikurangi Akibat Krisis RAM

Menurut The Information, NVIDIA telah memutuskan untuk menunda bahkan membatalkan rencana rilis RTX 50-series Super karena keterbatasan pasokan RAM. Tidak hanya itu, NVIDIA juga disebut akan mengurangi produksi GeForce RTX 50-series yang sudah beredar saat ini.

Langkah ini diambil karena RAM kini menjadi komponen krusial yang sangat diburu industri AI, terutama untuk server, data center, dan machine learning. Akibatnya, sektor GPU gaming harus rela mengalah.

Dalam pernyataan resmi kepada Insider Gaming, juru bicara NVIDIA menyampaikan:

Permintaan untuk GPU GeForce RTX sangat kuat dan pasokan memori terbatas. Kami terus mengirimkan seluruh SKU GeForce dan bekerja sama erat dengan para pemasok untuk memaksimalkan ketersediaan memori.

Pernyataan ini secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa masalah utama bukan pada GPU, melainkan memori.

Efek Domino: Konsol dan PC Gaming Terancam Mahal

Masalah RAM ini ternyata berdampak jauh lebih luas. Pada Desember 2025, Insider Gaming melaporkan bahwa peluncuran PS6 dan konsol Xbox generasi berikutnya berpotensi tertunda, juga karena lonjakan harga RAM yang dipicu ledakan industri AI.

Kekhawatiran industri tidak berhenti di konsol next-gen saja. Kenaikan harga RAM membuka kemungkinan harga hardware gaming saat ini ikut terdongkrak, termasuk:

  • PlayStation 5
  • Xbox Series X | S
  • Nintendo Switch 2
  • Steam Deck
  • Hingga PC gaming rakitan

Di tahun 2026, konsumen bisa menghadapi harga yang semakin tidak ramah di kantong.

Harga RAM Meroket, AI Jadi Biang Kerok

Sebagai konteks, harga modul RAM dilaporkan melonjak hingga ratusan persen dalam beberapa bulan terakhir. Penyebab utamanya adalah permintaan masif dari perusahaan AI yang membutuhkan memori dalam jumlah besar dan berkecepatan tinggi.

Bahkan International Data Corporation (IDC) memprediksi krisis ini akan berlanjut hingga 2027, karena produsen besar seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix mengalihkan sebagian besar sumber daya mereka untuk memenuhi kebutuhan industri AI ketimbang pasar konsumen.

Gamer Harus Bersabar di 2026?

Jika NVIDIA benar-benar menahan rilis GPU baru demi AI, maka 2026 berpotensi menjadi tahun “stagnan” bagi GPU gaming, baik dari sisi inovasi maupun harga. Gamer kemungkinan harus bertahan dengan hardware generasi saat ini, sambil menghadapi risiko harga yang semakin tinggi.

Satu hal yang pasti, AI kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kekuatan besar yang mulai mengubah arah industri gaming hardware secara global. Pertanyaannya, sampai kapan gamer harus mengalah?

Leave a Comment

Optimized by Optimole