PC Murah Terancam Punah, Segmen Entry-Level Diprediksi Hilang pada 2028

Raihan

March 3, 2026

Pasar PC global tengah bergerak menuju fase krusial. Lonjakan harga komponen utama terutama memori DRAM dan penyimpanan berbasis NAND mendorong perubahan struktural yang berpotensi menghapus segmen PC entry-level dari peredaran. Berbagai analis industri memperkirakan bahwa komputer dengan harga di bawah USD 500 atau sekitar Rp7,9 jutaan akan semakin sulit ditemukan, bahkan diprediksi benar-benar lenyap dari pasar pada 2028.

Prediksi ini bukan sekadar spekulasi. Tekanan biaya produksi yang terus meningkat membuat batas harga “murah” tak lagi realistis untuk dipertahankan tanpa mengorbankan kelayakan bisnis pabrikan.

Harga Memori Melonjak, Biaya Produksi Tak Terbendung

Akar masalahnya terletak pada kenaikan drastis harga memori DRAM dan NAND flash. Permintaan tinggi dari sektor AI, keterbatasan pasokan global, serta meningkatnya ongkos manufaktur membuat harga memori diproyeksikan melonjak hingga lebih dari 130% pada akhir 2026 dibanding tahun sebelumnya.

Dampaknya signifikan: komponen memori kini menyumbang hampir seperempat dari total biaya produksi sebuah PC. Angka ini membuat produsen semakin sulit meracik perangkat dengan harga jual rendah tanpa memangkas margin hingga titik tidak berkelanjutan.

Pengiriman Global Turun, Siklus Pakai Makin Panjang

Hilangnya PC murah diperkirakan akan menekan pengiriman PC global hingga sekitar 10–10,4% pada 2026. Salah satu penurunan terdalam dalam satu dekade. Dengan harga perangkat baru yang semakin mahal, konsumen diproyeksikan memperpanjang masa pakai PC lama hingga 20% lebih lama dari siklus normal.

Strategi “pakai lebih lama” ini membawa risiko tersendiri, terutama dari sisi keamanan dan kompatibilitas perangkat lunak, khususnya bagi pengguna korporat dan institusi pendidikan yang bergantung pada sistem modern.

Konsumen Beralih: Refurbished, Bekas, atau Alternatif

Perubahan harga memaksa konsumen menyesuaikan perilaku belanja. Perangkat refurbished dan PC bekas berkualitas diperkirakan akan menjadi pilihan utama bagi mereka yang membutuhkan komputer terjangkau. Alternatif lain seperti tablet atau perangkat hybrid juga kian dilirik karena menawarkan harga lebih kompetitif untuk kebutuhan dasar.

Laptop baru di kisaran harga enam hingga tujuh jutaan, yang dulu menjadi tulang punggung pasar perlahan berubah menjadi barang langka.

Dilema Pabrikan: Naikkan Harga atau Tekan Spesifikasi?

Bagi produsen, situasinya serba sulit. Menaikkan harga berisiko menggerus pangsa pasar, sementara mempertahankan harga lama berarti menanggung kerugian. Opsi menurunkan spesifikasi pun semakin terbatas, karena tuntutan perangkat lunak modern menuntut RAM dan SSD dengan kapasitas lebih besar sebagai standar minimum.

Dengan kata lain, masalahnya bukan lagi soal konfigurasi, melainkan fakta bahwa biaya dasar produksi sudah melampaui batas harga entry-level tradisional.

Menuju Era PC Premium dan Model Baru Penjualan

Kondisi ini mendorong produsen dan peritel mencari pendekatan baru: bundling layanan, skema cicilan jangka panjang, hingga model langganan perangkat. Pasar PC pun diperkirakan akan semakin terpolarisasi, perangkat baru terkonsentrasi di segmen menengah ke atas untuk produktivitas, kreator, dan gaming, sementara kebutuhan dasar dipenuhi oleh pasar sekunder.

Jika tren ini berlanjut, 2028 akan menjadi titik balik permanen. Definisi “PC murah” akan bergeser, menandai berakhirnya era komputer super terjangkau dan dimulainya babak baru industri PC yang menekankan nilai jangka panjang, efisiensi, dan daya tahan perangkat.

Leave a Comment

Optimized by Optimole