Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah drastis terhadap raksasa teknologi asal China, Tencent. Menurut laporan Financial Times yang dikutip oleh Reuters, pejabat tinggi pemerintah AS sedang membahas kemungkinan memaksa Tencent melepas kepemilikannya di sejumlah perusahaan game yang berbasis di Amerika Serikat dan Finlandia.
Langkah ini muncul karena kekhawatiran bahwa investasi Tencent di industri game Barat berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional, terutama terkait akses terhadap data pengguna.
Pembahasan ini kabarnya sempat dijadwalkan dalam pertemuan kabinet awal pekan ini, menjelang rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Namun, rapat tersebut dilaporkan tertunda akibat konflik jadwal.
Kepemilikan Tencent di Industri Game Global
Tencent saat ini merupakan salah satu pemain terbesar di industri game global. Perusahaan tersebut tidak hanya memiliki studio secara penuh, tetapi juga memegang saham signifikan di banyak pengembang besar.
Beberapa studio yang dimiliki langsung oleh Tencent antara lain:
- Riot Games
- Digital Extremes
Selain itu, Tencent juga memiliki investasi besar di sejumlah perusahaan game ternama seperti:
- Epic Games
- Larian Studios
- FromSoftware
- Krafton
- Ubisoft
- Remedy Entertainment
- Supercell
Besarnya pengaruh Tencent di industri ini memicu kekhawatiran di kalangan pemerintah AS bahwa perusahaan tersebut berpotensi mendapatkan akses terhadap data pribadi pengguna di Amerika.
Isu Ini Sudah Muncul Sejak 2020
Kekhawatiran pemerintah AS terhadap investasi Tencent sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah mulai meninjau kepemilikan Tencent di perusahaan game Barat sejak tahun 2020, pada masa pemerintahan pertama Donald Trump.
Pada saat itu, proses negosiasi antara pemerintah dan Tencent berujung pada kompromi yang memungkinkan perusahaan tersebut tetap mempertahankan kepemilikannya, tanpa harus menjual sahamnya.
Namun situasi kembali memanas pada tahun 2025 ketika Departemen Pertahanan AS secara resmi memasukkan Tencent dalam daftar perusahaan yang dikategorikan sebagai “Chinese military company.”
Risiko Jika Tencent Dipaksa Melepas Investasinya
Jika pemerintah AS benar-benar memaksa Tencent untuk menjual sahamnya di berbagai perusahaan game Barat, dampaknya bisa sangat besar bagi industri.
Tencent selama ini menjadi salah satu sumber investasi terbesar bagi banyak studio game. Tanpa dukungan finansial tersebut, sejumlah perusahaan mungkin akan kesulitan mencari investor pengganti dalam waktu singkat.
Dalam skenario tersebut, sebagian perusahaan bahkan berpotensi diakuisisi oleh private equity, yang sering dianggap kurang ideal bagi industri kreatif seperti game development.
Sejumlah analis menilai situasi ini dapat memicu ketidakstabilan baru di industri game global, yang saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan seperti meningkatnya biaya produksi, gelombang PHK, serta konsolidasi perusahaan.
Masa Depan Investasi Global di Industri Game
Hingga saat ini, pemerintah AS belum mengambil keputusan resmi terkait langkah terhadap Tencent. Namun diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China mulai merambah lebih dalam ke industri video game.
Jika kebijakan divestasi benar-benar diterapkan, keputusan tersebut berpotensi mengubah peta kepemilikan industri game global secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

