Eidos Montreal Kembali Lakukan PHK Besar, Pimpinan Studio Mundur di Tengah Krisis Berkepanjangan

Raihan

April 2, 2026

Kabar kurang baik kembali datang dari industri game global. Eidos-Montréal resmi mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Situasi ini semakin diperparah dengan mundurnya pimpinan studio, David Anfossi, yang telah memimpin perusahaan selama lebih dari satu dekade.

Dalam pernyataan resmi awal April 2026, studio tersebut mengonfirmasi bahwa sebanyak 124 karyawan terdampak PHK, mencakup berbagai divisi mulai dari produksi hingga staf pendukung. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian proyek serta efisiensi operasional.

Krisis Tenaga Kerja yang Berlarut

PHK terbaru ini melanjutkan tren penurunan jumlah karyawan yang sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Dalam kurun waktu tiga tahun, jumlah tenaga kerja yang terdampak terus meningkat:

  • 2024: sekitar 97 karyawan
  • 2025: sekitar 75 karyawan
  • 2026: sebanyak 124 karyawan

Secara total, hampir 300 pekerja telah kehilangan pekerjaan. Pihak Eidos-Montréal menegaskan bahwa keputusan ini tidak berkaitan dengan performa individu, melainkan tekanan finansial dan perubahan arah bisnis dari perusahaan induk mereka.

Dampak Restrukturisasi Embracer Group

Krisis yang dialami Eidos Montreal tidak bisa dilepaskan dari kondisi Embracer Group. Sejak gagal mendapatkan pendanaan besar senilai USD 2 miliar pada 2023, Embracer melakukan restrukturisasi agresif, termasuk pembatalan berbagai proyek besar.

Beberapa proyek ambisius yang terdampak antara lain:

  • Proyek terbaru dari franchise Deus Ex
  • Sebuah game open-world yang telah dikembangkan bertahun-tahun

Sebagai dampaknya, Eidos Montreal kini lebih banyak berperan sebagai co-developer, termasuk membantu proyek seperti Fable dan Grounded 2.

Mundurnya Sosok Kunci

Kepergian David Anfossi menjadi pukulan besar bagi studio. Ia merupakan salah satu figur penting sejak berdirinya Eidos Montreal pada 2007 dan berperan dalam kesuksesan berbagai proyek besar, termasuk Marvel’s Guardians of the Galaxy.

Di tengah kondisi yang tidak stabil, kehilangan sosok pemimpin berpengalaman tentu menambah tantangan bagi studio dalam menentukan arah ke depan.

Cerminan Krisis Industri Game Global

Apa yang terjadi pada Eidos-Montréal menjadi gambaran lebih luas dari kondisi industri game saat ini. Tahun 2026 diwarnai oleh meningkatnya biaya produksi, ketidakpastian pasar, serta tekanan untuk menghasilkan game berskala besar (AAA) dengan risiko tinggi.

Banyak studio kini dipaksa untuk melakukan efisiensi besar-besaran demi bertahan, bahkan jika itu berarti mengorbankan proyek ambisius dan tenaga kerja.

Masa Depan yang Masih Abu-Abu

Dengan gelombang PHK yang terus berlanjut, pembatalan proyek besar, serta mundurnya pimpinan utama, masa depan Eidos Montreal kini berada di titik yang penuh tanda tanya.

Apakah mereka mampu bangkit kembali sebagai pengembang utama, atau justru akan semakin bergantung sebagai studio pendukung di bawah naungan Embracer Group?

Yang jelas, situasi ini menjadi pengingat bahwa bahkan studio besar sekalipun tidak kebal terhadap tekanan industri yang semakin kompetitif dan tidak menentu.

Leave a Comment

Optimized by Optimole