Adaptasi film terbaru dari franchise Resident Evil kembali mencuri perhatian setelah detail awalnya resmi diungkap. Disutradarai oleh Zach Cregger, film ini menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengambil latar yang sejajar dengan peristiwa Resident Evil 2, namun tanpa melibatkan karakter ikonik dari gim tersebut.
Keputusan ini langsung memicu rasa penasaran di kalangan penggemar, terutama terkait bagaimana film ini akan tetap relevan dengan kanon cerita tanpa kehadiran tokoh utama seperti Leon S. Kennedy atau Claire Redfield.
Cerita Paralel di Kota Raccoon
Menurut penjelasan Cregger, film ini akan berjalan berdampingan dengan kejadian di Resident Evil 2. Artinya, ketika kekacauan terjadi di Raccoon City, termasuk insiden di kantor polisi, kisah dalam film justru mengikuti karakter lain di lokasi berbeda.
Tokoh utama film ini adalah Bryan, sosok biasa tanpa kemampuan tempur layaknya protagonis dalam gim. Pendekatan ini sengaja dipilih untuk menghadirkan pengalaman yang lebih “membumi”, menggambarkan bagaimana orang awam menghadapi horor di dunia Resident Evil.
Alih-alih menjadi pahlawan, Bryan digambarkan sebagai individu yang panik, tidak siap, dan harus bertahan hidup di tengah situasi yang benar-benar kacau.
Tetap Setia pada “Rasa” Resident Evil
Meski tidak mengadaptasi cerita utama secara langsung, film ini tetap mengambil banyak elemen khas dari seri gimnya. Beberapa di antaranya meliputi:
- Sistem resource management seperti keterbatasan amunisi
- Progression senjata dari pistol hingga senjata berat
- Elemen eksplorasi seperti mencari kunci dan membuka area terkunci
- Kemunculan item ikonik seperti green herb
Pendekatan ini membuat film terasa seperti “pengalaman bermain” yang diterjemahkan ke dalam format sinematik, bukan sekadar adaptasi cerita.
Gaya Visual Terinspirasi Gameplay
Salah satu aspek paling menarik dari film ini adalah penggunaan bahasa visual yang terinspirasi langsung dari gim. Cregger mengungkapkan bahwa sebagian besar adegan direkam dengan sudut pandang over-the-shoulder menggunakan lensa wide, menyerupai perspektif pemain saat bermain.
Teknik ini diharapkan mampu menciptakan sensasi imersif, seolah penonton ikut “berjalan” bersama karakter utama saat menjelajahi dunia yang penuh ancaman.
Tidak Menampilkan Momen Ikonik Besar
Menariknya, film ini juga tidak akan menampilkan salah satu momen besar dalam lore Resident Evil, yaitu penghancuran Raccoon City dengan bom nuklir. Cerita difokuskan pada hari pertama wabah, sehingga timeline tetap selaras tanpa harus menampilkan klimaks tersebut.
Eksperimen Baru dalam Adaptasi Game
Dengan pendekatan cerita paralel dan fokus pada karakter baru, film ini mencoba keluar dari pola adaptasi sebelumnya yang sering kali terlalu terpaku pada tokoh utama gim.
Alih-alih sekadar menghadirkan fan service, proyek ini tampaknya ingin menangkap esensi sebenarnya dari Resident Evil, yakni rasa tegang, keterbatasan sumber daya, dan perjuangan bertahan hidup di tengah situasi yang tidak terkendali.
Jika berhasil dieksekusi dengan baik, film ini berpotensi menjadi salah satu adaptasi game paling segar dalam beberapa tahun terakhir.

