Seorang pria asal Jepang ditangkap polisi setelah diduga mengirim surat ancaman bom ke kantor pusat Nintendo di Kyoto.
Menurut laporan media Jepang KTV, pria berusia 27 tahun dari Kota Hekinan, Prefektur Aichi tersebut diamankan pada 12 Mei setelah diduga mengirim ancaman serius yang mengganggu operasional perusahaan gaming raksasa itu.
Kirim Surat Ancaman ke Kantor Nintendo
Insiden ini bermula pada:
- 13 Maret 2026
Saat itu, sebuah amplop dikirim ke kantor pusat Nintendo di Kyoto.
Di dalam surat tersebut terdapat pesan ancaman seperti:
- “I’m going to blow you all up”
- “My plans cannot be thwarted”
Pelaku juga mengklaim telah:
- “menanam beberapa bom” di area kantor Nintendo
Ancaman tersebut langsung memicu respons keamanan serius dan mengganggu aktivitas perusahaan.
Polisi Sempat Lakukan Pencarian Bom
Setelah menerima ancaman, polisi segera melakukan penyisiran di:
- Dalam gedung Nintendo
- Area sekitar kantor pusat
Namun setelah investigasi dilakukan, aparat tidak menemukan bahan peledak maupun bom seperti yang diklaim dalam surat tersebut.
Pelaku Akui Perbuatannya
Setelah ditangkap, tersangka dilaporkan telah mengakui perbuatannya kepada polisi.
Meski begitu, pihak kepolisian Jepang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik ancaman tersebut.
Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut apakah pelaku memiliki hubungan pribadi dengan Nintendo atau motif lain terkait industri game.
Nintendo Pernah Kena Ancaman Serupa
Ini bukan pertama kalinya Nintendo menjadi target ancaman serius.
Pada 2023 lalu, Nintendo bahkan sempat membatalkan:
- Splatoon Koshien National Finals
- Nintendo Live 2024 Tokyo
setelah menerima ancaman serupa dari pelaku lain yang juga berusia 27 tahun.
Pelaku dalam kasus sebelumnya akhirnya ditangkap pada April 2024.
Meski kedua kasus memiliki kemiripan, polisi menyebut saat ini belum ada bukti yang menghubungkan kedua insiden tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya ancaman keamanan terhadap perusahaan besar di industri gaming, terutama menjelang event besar atau perilisan produk penting.

