Pria Gugat Nintendo Rp5,5 Miliar Gara-Gara Ditolak Jadi “Pokemon Professor”

Raihan

May 20, 2026

Seorang pria asal Iowa, Amerika Serikat, menggugat Nintendo dan The Pokémon Company International setelah dirinya ditolak mendapatkan status resmi “Pokémon Professor.”

Tak tanggung-tanggung, pria bernama Kyle Owens tersebut meminta ganti rugi sebesar $341 ribu atau sekitar Rp5,5 miliar.

Gagal Jadi Pokemon Professor, Nintendo Digugat

Menurut laporan KCRG, Kyle Owens yang berusia 34 tahun mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik AS wilayah Southern District of Iowa.

Dalam gugatan tersebut, Owens menuduh Nintendo dan The Pokémon Company melanggar hukum antitrust federal. Selain meminta kompensasi finansial, ia juga menuntut agar:

  • Sertifikasi Pokémon Professor miliknya diberikan,
  • Akses ke tools resmi Play! Pokémon dipulihkan,
  • Dirinya diizinkan kembali mengadakan event Pokémon resmi.

Program Pokémon Professor sendiri merupakan sistem resmi yang memungkinkan penggemar menjadi penyelenggara, juri, hingga ambassador dalam turnamen dan event Play! Pokémon.

Klaim Sertifikasi Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Owens berargumen bahwa status Pokémon Professor bukan sekadar gelar komunitas biasa.

Dalam dokumen gugatan, ia menyebut sertifikasi tersebut membuka akses ke:

  • Event resmi Pokémon,
  • Penjualan produk,
  • Traffic pelanggan,
  • Listing acara resmi,
  • Aktivitas bisnis komunitas lainnya.

Karena itu, ia merasa penolakan tersebut merugikan dirinya secara ekonomi dan profesional.

Awalnya Lulus Tes Sempurna

Owens mengklaim dirinya sempat mengikuti ujian Pokémon Professor pada 12 Maret 2024 dan memperoleh nilai sempurna 100%.

Namun, untuk masuk program resmi, peserta juga diwajibkan menjalani background check tambahan.

Dari proses pemeriksaan tersebut, ditemukan bahwa Owens pernah memiliki surat penangkapan tertunda pada tahun 2022 terkait kasus pelanggaran ringan di negara bagian lain.

Beberapa tuduhan yang muncul antara lain:

  • Gangguan ketertiban,
  • Kepemilikan atau penjualan senjata ofensif,
  • Perusakan properti.

Nilai Tiba-Tiba Diubah Jadi Gagal

Pada 6 Mei 2024, The Pokémon Company International memberi tahu Owens bahwa aplikasinya ditolak setelah hasil background check ditinjau.

Yang membuat kontroversi, surat tersebut juga menyebut nilai ujian Owens kini dianggap hanya 80%, sehingga dinyatakan gagal mendapatkan status Pokémon Professor.

Owens menilai alasan penolakan tersebut berubah-ubah dan tidak konsisten. Ia juga menegaskan bahwa kasus pelanggaran ringan yang tercatat tidak berujung pada putusan bersalah.

Nintendo dan Pokemon Company Belum Merespons

Selain merasa dirugikan secara pribadi, Owens juga mengklaim keputusan tersebut berdampak pada komunitas Pokémon lokal di Iowa karena mengurangi jumlah penyelenggara event resmi yang tersedia.

Hingga saat ini, Nintendo maupun The Pokémon Company International diketahui belum memberikan respons resmi terhadap gugatan tersebut.

Kasus ini langsung menarik perhatian komunitas Pokémon online karena dianggap sebagai salah satu gugatan paling tidak biasa yang pernah melibatkan program Play! Pokémon.

Leave a Comment

Optimized by Optimole