Valve Bela Loot Box CS2 di Pengadilan, Bandingkan dengan Mainan Happy Meal

Raihan

May 21, 2026

Valve kembali menjadi sorotan setelah membela sistem loot box di Counter-Strike 2 dalam gugatan hukum di New York. Menariknya, Valve membandingkan case CS2 dengan Surprise Toy di Happy Meal McD hingga kartu baseball koleksi.

Kasus ini bermula setelah Jaksa Agung New York, Letitia James, menggugat Valve karena dianggap menjalankan praktik perjudian ilegal melalui sistem weapon case di Counter-Strike 2.

Menurut pihak penggugat, membuka case di CS2 dianggap mirip seperti memainkan mesin slot karena pemain harus membayar demi mendapatkan item acak dengan tingkat kelangkaan berbeda.

Valve Sebut Loot Box Sama Seperti Mainan Kejutan

Dalam dokumen pembelaan setebal 42 halaman, Valve meminta pengadilan membatalkan gugatan tersebut. Mereka berargumen bahwa loot box CS2 tidak termasuk perjudian berdasarkan hukum New York.

Valve menegaskan bahwa pemain selalu mendapatkan satu item setiap membuka case, sehingga tidak ada uang yang “dipertaruhkan” atau hilang tanpa hasil.

Perusahaan juga menyatakan skin CS2 bukanlah “sesuatu yang memiliki nilai uang langsung” karena Steam Marketplace tidak secara resmi mengubah item menjadi uang tunai.

Untuk memperkuat argumen tersebut, Valve bahkan memberikan contoh berbagai produk lain yang menggunakan sistem kejutan serupa, seperti:

  • Paket kartu baseball
  • Blind box Labubu
  • Mainan dalam sereal
  • Grab bag toko komik
  • Mainan Happy Meal

Dalam pembelaannya, Valve bahkan mempertanyakan:

“Apakah anak-anak nantinya juga tidak boleh mengambil mainan kejutan dari kotak sereal?”

Terancam Bayar Ganti Rugi Besar

Jaksa Agung New York diketahui meminta pengadilan agar Valve membayar tiga kali lipat keuntungan yang diperoleh dari loot box CS2.

Selain itu, mereka juga ingin Valve dilarang menjual case Counter-Strike 2 kepada warga New York sepenuhnya.

Valve sendiri menyebut pemerintah New York sebelumnya sudah beberapa kali mempertimbangkan regulasi terkait mystery box namun tidak pernah benar-benar melarangnya. Karena itu, mereka merasa tidak melanggar hukum apa pun.

Valve Sedang Hadapi Banyak Gugatan Besar

Ini bukan satu-satunya masalah hukum yang sedang dihadapi Valve sepanjang 2026. Sebelumnya, perusahaan juga digugat dalam kasus lain yang menuntut pengembalian “miliaran dolar” hasil penjualan case CS2.

Di sisi lain, Valve juga masih menghadapi gugatan senilai USD 900 juta terkait sistem harga Steam di Inggris yang kini telah masuk tahap pengadilan penuh.

Kasus ini kembali memicu perdebatan panjang soal loot box di industri game modern, terutama mengenai apakah sistem item acak seperti di CS2 seharusnya dikategorikan sebagai bentuk perjudian digital atau sekadar mekanisme koleksi biasa.

Leave a Comment

Optimized by Optimole