Pokemon Pertimbangkan Verifikasi KTP untuk Cegah Scalper Borong Kartu TCG

Raihan

May 22, 2026

The Pokémon Company dikabarkan tengah mempertimbangkan sistem verifikasi identitas menggunakan kartu identitas resmi pemerintah untuk pembelian produk tertentu, khususnya lini Pokémon Trading Card Game dan merchandise edisi terbatas.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memerangi praktik scalping yang semakin parah dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan pernyataan resmi yang diterjemahkan dari Jepang, sistem tersebut nantinya akan memanfaatkan kartu identitas nasional Jepang “My Number Card” untuk memverifikasi identitas pengguna pada pembelian online, sistem undian produk langka, hingga pendaftaran turnamen resmi.

Pokemon Ingin Pembelian Lebih Adil

The Pokemon Company menyebut tujuan utama sistem ini adalah menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi para penggemar asli sekaligus menjaga lingkungan jual beli yang aman dan terpercaya.

Jika disetujui, sistem verifikasi identitas ini disebut bisa mulai diterapkan pada Agustus 2026 untuk produk-produk tertentu yang dijual melalui Pokemon Center Online Jepang.

Biasanya, item yang masuk kategori terbatas seperti booster box spesial, kartu promo eksklusif, atau merchandise anniversary menjadi sasaran utama para reseller dan scalper.

Cara Kerja Verifikasi ID Pokemon

Nantinya, pengguna harus memverifikasi identitas melalui smartphone dengan memindai kartu identitas resmi mereka menggunakan layanan pihak ketiga yang terhubung ke akun pembeli.

Meski begitu, The Pokemon Company menegaskan mereka tidak akan menyimpan nomor identitas pribadi pengguna. Sistem hanya memanfaatkan sertifikat elektronik dan fungsi verifikasi bawaan dari kartu identitas tersebut.

Dengan adanya pembatasan ini, perusahaan berharap praktik pembelian massal menggunakan akun bot atau identitas palsu bisa ditekan secara signifikan.

Scalping Pokemon Makin Tidak Terkendali

Pasar koleksi Pokemon memang semakin kacau sepanjang 2026. Permintaan tinggi terhadap kartu, merchandise, hingga produk kolaborasi membuat scalper semakin agresif.

Beberapa kasus yang sempat viral tahun ini antara lain:

  • Buku koleksi Pokemon dijual ulang hingga USD 500
  • Display kartu curian dari toko Target muncul di eBay dengan harga ribuan dolar
  • Event giveaway kartu gratis terpaksa dihentikan karena masalah keamanan
  • Pop-Tarts edisi Pokemon dijual kembali hingga 10 kali lipat harga asli

Situasi tersebut membuat banyak komunitas mendesak The Pokemon Company untuk mulai menerapkan sistem anti-scalper yang lebih serius.

Belum Jelas Apakah Berlaku Global

Untuk saat ini, sistem verifikasi identitas baru direncanakan di Jepang dan belum ada kepastian apakah akan diterapkan di toko Pokemon internasional.

Meski begitu, banyak penggemar mendukung langkah tersebut karena dianggap bisa membantu kolektor asli mendapatkan produk tanpa harus bersaing dengan reseller otomatis maupun bot pembelian massal.

Leave a Comment

Optimized by Optimole