The Pokemon Company International (TPCi) dikabarkan mulai mengambil langkah baru untuk memerangi praktik scalping yang selama ini jadi masalah besar di komunitas Pokemon TCG. Menurut laporan terbaru, vendor resmi kini tidak lagi diperbolehkan menjual kartu graded slab maupun berbagai item koleksi bernilai tinggi di event resmi Pokemon.
Aturan ini disebut mulai berlaku pada ajang Indianapolis Regionals yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026. Menariknya, laporan tersebut juga menyebut bahwa TPCi kemungkinan tidak akan mengumumkan kebijakan ini secara publik.
Jika benar diterapkan secara permanen, pengunjung event seperti NAIC maupun Pokemon World Championships mungkin tidak akan lagi menemukan deretan kartu graded mahal yang biasanya memenuhi meja para vendor.
Kartu Graded dan Item di Atas Rp16 Juta Kena Larangan
Berdasarkan laporan dari PokeBeach, aturan baru ini bukan cuma menyasar kartu graded slab saja.
Vendor resmi juga disebut tidak diperbolehkan menjual item dengan nilai lebih dari USD 1.000 atau sekitar Rp16 jutaan. Selain itu, sebagian besar produk impor dari Pokemon Center Jepang, termasuk plushie dan produk TCG tertentu, juga masuk dalam daftar pembatasan.
Artinya, berbagai kartu buruan bernilai fantastis, slab PSA mahal, hingga merchandise Jepang yang biasanya dijual dengan markup tinggi bisa jadi tidak lagi tersedia di event resmi Pokemon.
Kenapa Pokemon Melakukan Ini?
Selama beberapa tahun terakhir, kartu graded telah menjadi bagian besar dari pasar koleksi Pokemon. Beberapa kartu langka bahkan bisa dihargai ratusan hingga ribuan dolar tergantung kondisi dan nilai grading yang didapat.
Masalahnya, kartu graded sebenarnya tidak bisa digunakan dalam pertandingan resmi Pokemon TCG.
Karena itulah banyak pihak menilai kebijakan ini merupakan upaya TPCi untuk mengembalikan fokus event resmi kepada pemain, keluarga, dan kompetisi, bukan sekadar menjadi tempat jual-beli barang koleksi bernilai tinggi.
Sejalan dengan Langkah Anti-Scalper Pokemon
Menariknya, kabar ini muncul tak lama setelah Pokemon Jepang mengumumkan rencana penggunaan verifikasi identitas untuk pembelian produk tertentu melalui Pokemon Center Online mulai Agustus 2026.
Sistem tersebut dirancang untuk membatasi pembelian produk langka dan lotere penjualan agar tidak mudah diborong oleh scalper yang kemudian menjualnya kembali dengan harga jauh lebih mahal.
Banyak penggemar menilai kedua langkah ini menunjukkan bahwa Pokemon mulai lebih serius dalam menghadapi masalah penimbunan barang yang selama beberapa tahun terakhir semakin sulit dikendalikan.
Komunitas Pokemon Terbelah
Seperti yang bisa ditebak, reaksi komunitas langsung terbagi dua.
Para pemain kompetitif banyak yang mendukung aturan ini karena dianggap membuat event kembali fokus pada permainan, turnamen, dan kebutuhan pemain TCG.
Di sisi lain, para kolektor merasa kehilangan salah satu daya tarik terbesar dari event Pokemon. Pasalnya, kartu graded dan produk impor Jepang selama ini menjadi incaran banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga berburu koleksi langka.
Kalau aturan ini benar-benar dipertahankan, para kolektor kemungkinan harus lebih sering berburu kartu mahal melalui toko lokal, card show independen, atau marketplace online, sementara event resmi Pokemon akan semakin fokus pada sisi kompetitif dan komunitas pemainnya.

