51 Developer Ubisoft Kena PHK Usai Rampungkan Assassin’s Creed Black Flag Resynced

Raihan

July 10, 2026

Kabar kurang menyenangkan datang dari Ubisoft. Di balik peluncuran Assassin’s Creed Black Flag Resynced yang mendapat sambutan positif dari pemain, sebanyak 51 karyawan Ubisoft dilaporkan harus kehilangan pekerjaan hanya beberapa hari setelah proyek tersebut selesai.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh Tom Henderson dari Insider Gaming. Menurut laporannya, Ubisoft memutuskan untuk membubarkan Ubisoft Barcelona, studio yang terlibat dalam pengembangan Assassin’s Creed Black Flag Resynced, sehingga seluruh 51 pegawainya terkena PHK.

PHK Disebut Sudah Direncanakan Sejak Lama

Laporan tersebut menyebut keputusan penutupan studio sebenarnya sudah direncanakan jauh sebelum game dirilis. Artinya, performa penjualan maupun respons positif terhadap Assassin’s Creed Black Flag Resynced tidak memengaruhi keputusan perusahaan.

Sebagian besar karyawan yang terdampak diketahui telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengerjakan proyek remake tersebut.

Biasanya, Ubisoft sudah menyiapkan proyek baru bagi sebuah studio bahkan sebelum proyek sebelumnya rampung. Namun, situasi berbeda terjadi di Ubisoft Barcelona.

Sejak pertengahan 2025, tim pengembang disebut mulai mempertanyakan proyek selanjutnya karena belum juga menerima penugasan baru. Hingga Black Flag Resynced selesai dikembangkan, proyek pengganti tersebut tak kunjung diberikan.

Bahkan, perayaan peluncuran game dikabarkan hanya dilakukan secara sederhana di kantor, berbeda dengan perayaan besar yang biasanya dilakukan Ubisoft untuk proyek-proyek penting.

Penjualan Black Flag Resynced Justru Tergolong Baik

Ironisnya, Assassin’s Creed Black Flag Resynced justru mencatat awal yang cukup menjanjikan.

Sebelum dirilis, game ini sempat menjadi salah satu judul paling banyak di-pre-order di berbagai wilayah PlayStation Store.

Tak hanya itu, berdasarkan laporan Insider Gaming, penjualan versi PC selama masa pre-release di Steam juga disebut mencapai lima kali lebih tinggi dibandingkan Assassin’s Creed Shadows, menjadikannya salah satu peluncuran terbaik Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, capaian tersebut tidak mampu menyelamatkan nasib tim pengembangnya.

Ubisoft Masih Lanjutkan Restrukturisasi

PHK di Ubisoft Barcelona menjadi bagian dari program efisiensi yang terus dijalankan Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, perusahaan juga telah memangkas sekitar 100 karyawan Ubisoft San Francisco, serta menutup studio di Winnipeg dan Belgrade.

Sejak 2022, jumlah karyawan Ubisoft dilaporkan telah berkurang sekitar 20%, dan perusahaan sebelumnya telah menyatakan bahwa program penghematan biaya akan terus berlangsung hingga 2028.

Kasus Ubisoft Barcelona kembali menjadi gambaran kerasnya kondisi industri game saat ini. Bahkan ketika sebuah game berhasil mencatat performa penjualan yang baik, hal tersebut belum tentu mampu menjamin keamanan pekerjaan para developer yang berada di balik proses pembuatannya.

Leave a Comment

Optimized by Optimole