Keputusan Sony untuk menghentikan produksi game fisik mulai 2028 masih menuai perdebatan di kalangan gamer. Namun, analis industri game Daniel Ahmad menilai langkah tersebut merupakan evolusi yang pada akhirnya akan diterima, sama seperti hilangnya CD drive pada laptop dan PC beberapa tahun lalu.
Menurut Ahmad, perubahan ini memang menuai protes saat pertama kali diumumkan, tetapi ia percaya keluhan tersebut akan memudar seiring waktu.
Disamakan dengan Hilangnya CD Drive di Laptop
Melalui unggahannya di X, Daniel Ahmad membandingkan keputusan Sony dengan langkah Apple yang mulai menghapus CD drive dari lini MacBook sejak 2008.
Menurutnya, saat itu banyak pengguna yang menentang keputusan tersebut. Namun, kini hampir tidak ada lagi orang yang mempermasalahkan absennya optical drive di laptop modern.
Meski begitu, Ahmad mengakui situasi PlayStation sedikit berbeda. Ia menyindir bahwa konsol generasi berikutnya diperkirakan akan dijual dengan harga jauh lebih mahal, sementara konsol lama yang masih mendukung disc sebenarnya masih berfungsi dengan baik.
Penjualan Digital Kini Mendominasi
Ahmad menilai transisi menuju format digital sebenarnya sudah menjadi arah industri selama beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut mayoritas penjualan game di ekosistem PlayStation maupun Xbox saat ini sudah berasal dari pembelian digital, sehingga menurutnya penghentian game fisik hanya tinggal menunggu waktu.
Bahkan, jika bukan terjadi di PlayStation 6, Ahmad yakin perubahan serupa kemungkinan besar tetap akan dilakukan pada generasi PlayStation berikutnya.
Bukan Sekadar Ikuti Pasar
Meski tren digital terus meningkat, Ahmad menegaskan bahwa keputusan Sony bukan semata-mata didorong oleh permintaan pasar.
Menurutnya, langkah tersebut juga merupakan strategi bisnis perusahaan untuk meningkatkan pendapatan. Penjualan game melalui PlayStation Store memberikan keuntungan yang lebih besar bagi Sony dibandingkan penjualan game fisik melalui retailer.
Di sisi lain, kenaikan biaya produksi hardware juga mendorong perusahaan mencari sumber pendapatan tambahan dari pengguna yang bersedia mengeluarkan lebih banyak uang untuk ekosistem PlayStation.
Perdebatan Seharusnya Fokus ke Hak Konsumen
Ahmad juga menilai bahwa perdebatan soal game fisik dan digital seharusnya tidak berhenti pada format distribusi semata.
Ia berpendapat diskusi yang lebih penting adalah mengenai hak konsumen atas game digital, seperti kepemilikan lisensi, sistem refund, fitur family sharing, hingga kemampuan memberikan game kepada pengguna lain.
Menurutnya, gerakan seperti Stop Killing Games sudah menjadi langkah awal yang baik, tetapi masih banyak aspek lain yang perlu mendapat perhatian agar konsumen tetap memiliki hak yang jelas di era distribusi digital.
Sementara itu, keputusan Sony untuk menghentikan dukungan game fisik mulai 2028 masih terus menuai kritik dari sebagian pemain yang khawatir akan hilangnya opsi kepemilikan game secara permanen serta semakin terbatasnya pilihan bagi kolektor game fisik.

