PUBG: DED.NET resmi diumumkan di Gamescom dengan konsep yang cukup berbeda dari game PUBG sebelumnya. Kali ini, Krafton membawa pemain ke Cascadia tahun 1990-an, lengkap dengan nuansa grunge dan gameplay multiplayer FPS yang dipadukan dengan elemen roguelite.
Menariknya, game ini bukan sekadar battle royale dengan tampilan berbeda. PUBG: DED.NET akan memiliki sistem progression yang tetap berjalan dari satu run ke run berikutnya.
PUBG: DED.NET Gabungkan FPS dan Roguelite
Menurut Krafton, PUBG: DED.NET merupakan multiplayer FPS yang menggabungkan gameplay shooter dengan roguelite progression.
Artinya, setiap permainan yang berakhir tidak sepenuhnya sia-sia. Pemain dapat membawa perkembangan tertentu ke run berikutnya dan menggunakan pengalaman tersebut untuk mencoba strategi yang berbeda.
Krafton menggambarkan konsepnya dengan cukup unik: kalah dalam sebuah match bukan berarti run tersebut terbuang begitu saja. Apa yang pemain temukan dan kumpulkan selama berada di dunia game akan memengaruhi perkembangan karakter dan cara mereka bertarung di permainan berikutnya.
Konsep tersebut membuat PUBG: DED.NET terdengar seperti perpaduan antara shooter kompetitif dengan elemen extraction dan roguelite, meskipun Krafton belum menjelaskan secara lengkap apakah game ini memang akan menggunakan struktur extraction shooter.
Bisa Gunakan Kemampuan dan Lingkungan untuk Bertarung
Salah satu bagian yang paling menarik adalah sistem kemampuan yang memungkinkan pemain membuat gaya bermain sendiri.
Pemain nantinya dapat mengombinasikan berbagai kemampuan untuk membangun pendekatan combat yang sesuai dengan strategi mereka.
Bahkan, lingkungan sekitar bisa digunakan dengan cara yang cukup absurd. Krafton memberikan beberapa contoh, seperti:
- Menggunakan pintu mobil sebagai riot shield.
- Mengambil keuntungan dari musuh dengan mengonsumsi bagian tubuh mereka untuk memulihkan health.
- Berpura-pura mati untuk mengecoh lawan.
- Meretas telepon umum untuk mencuri uang dari pemain lain.
Dengan mekanik seperti ini, pertarungan sepertinya tidak hanya bergantung pada kemampuan menembak.
Berlatar Cascadia Tahun 1990-an
PUBG: DED.NET juga punya identitas visual yang cukup berbeda. Game ini mengambil latar Cascadia pada era 1990-an, dengan estetika grunge yang menjadi bagian penting dari dunianya.
Trailer pengumumannya bahkan menggunakan lagu Jesus Built My Hotrod dari Ministry untuk memperkuat atmosfer tersebut—meskipun secara genre, lagu tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai industrial daripada grunge.
Untuk saat ini, detail mengenai tanggal rilis dan platform PUBG: DED.NET masih belum banyak diungkap. Namun, konsep FPS multiplayer dengan roguelite progression dan dunia 1990-an membuatnya menjadi salah satu proyek PUBG yang cukup menarik untuk diperhatikan.

