Riot Mulai Ban Stream Sniper dan Pengguna Tool Instalock di Valorant

Raihan

September 1, 2026

Riot Games mulai mengambil tindakan lebih tegas terhadap pemain Valorant yang menggunakan tool untuk melakukan stream sniping maupun instalock Agent secara otomatis.

Kebijakan tersebut hadir melalui Patch 13.05, yang selain membawa sejumlah perbaikan bug juga memperkenalkan hukuman baru untuk perilaku yang dianggap merusak pengalaman bermain.

Riot sendiri sebelumnya sudah meningkatkan sistem keamanan Valorant sepanjang 2026, termasuk memperluas penggunaan multi-factor authentication untuk membantu memberantas smurf dan cheater.

Kini, giliran pengguna tool stream sniping dan instalock yang menjadi sasaran.

Stream Sniper Bisa Kena Ban Permanen

Melalui patch notes 13.05, Riot mengungkapkan bahwa mereka mulai menerapkan hukuman terhadap pemain yang terdeteksi menggunakan tool tersebut.

“We’ve started rolling out penalties if we detect usage of stream sniping and instalock tools.”

Pemain yang ketahuan menggunakan tool stream sniping atau instalock akan mendapatkan temporary game ban. Hukuman tersebut nantinya dapat meningkat menjadi permanent ban apabila pemain kembali melakukan pelanggaran yang sama.

Stream sniping sendiri menjadi masalah khususnya bagi streamer karena pemain lain dapat memanfaatkan siaran langsung untuk mengetahui posisi mereka di dalam pertandingan.

Sementara itu, tool instalock memungkinkan pemain mengunci Agent pilihannya secara otomatis dengan sangat cepat, sehingga pemain lain nyaris tidak memiliki kesempatan untuk memilih Agent yang sama.

Riot tidak menjelaskan secara detail bagaimana sistem tersebut mendeteksi penggunaan tool, tetapi kemungkinan laporan dari streamer dan pola pemilihan Agent menjadi bagian dari proses pemantauan.

Agent Gear Valorant Akan Dirombak di Patch 13.06

Selain sistem hukuman baru, Riot juga mengumumkan perubahan besar pada Agent Gear yang akan hadir melalui Patch 13.06 pada 22 September.

Setelah update tersebut dirilis, progres Agent Gear akan lebih berkaitan langsung dengan seberapa sering pemain menggunakan Agent tertentu.

Artinya, pemain yang ingin membuka gear untuk sebuah Agent harus lebih sering memainkan Agent tersebut.

Gear yang sudah berhasil didapatkan tidak akan hilang, sementara Kingdom Credits tetap digunakan untuk membuka gear di masa mendatang.

Riot juga mengingatkan pemain yang sedang mengejar Agent Gear untuk karakter yang jarang dimainkan agar segera menyelesaikan progres mereka sebelum sistem baru diterapkan.

Perbaikan Bug Juga Hadir di Patch 13.05

Patch 13.05 turut membawa sejumlah perbaikan untuk berbagai Agent.

Beberapa di antaranya memperbaiki masalah pada smoke yang masih dapat menghalangi flash setelah menghilang, serta masalah performa yang terkadang terjadi ketika Sage atau Clove melakukan resurrection.

Chamber juga mendapatkan perbaikan terkait penurunan performa ketika pertama kali menggunakan Headhunter dalam sebuah ronde.

Sementara itu, Cypher mendapat perbaikan untuk Trapwire yang dapat mempertahankan efek debuff pada target baru dalam kondisi tertentu, serta Cyber Cage yang sebelumnya bisa menghalangi flash dan kemampuan berbasis line of sight secara tidak semestinya.

Beberapa bug lainnya juga diperbaiki pada Deadlock, Fade, KAY/O, Omen, Sage, dan Waylay.

Pick’Ems Champions Shanghai Kembali

Riot juga mengumumkan kembalinya fitur Pick’Ems untuk Champions Shanghai.

Mulai 10 September, pemain dapat melakukan prediksi melalui client Valorant maupun situs resmi. Pemain akan mendapatkan poin berdasarkan tim yang diprediksi lolos, dengan poin tambahan jika berhasil menebak posisi akhir tim secara tepat.

Pick’Ems akan ditutup sebelum babak Group Stage dimulai pada 24 September.

Sementara itu, untuk pemain PC, Riot menambahkan opsi jumlah bot di Range Practice Mode. Pemain kini dapat memilih 10, 5, atau 1 bot untuk muncul dalam latihan, dengan jumlah default ditetapkan menjadi lima bot.

Patch 13.05 pada akhirnya lebih berfokus pada perbaikan dan keamanan dibandingkan perubahan gameplay besar. Namun, sistem hukuman baru terhadap stream sniper dan pengguna tool instalock menjadi salah satu perubahan yang paling menarik karena Riot mulai mengambil langkah lebih agresif terhadap pemain yang menggunakan software pihak ketiga untuk mendapatkan keuntungan.

Leave a Comment

Optimized by Optimole