Tetris Beri Peringatan Hukum Setelah White House Rilis Game Mirip Tetris

Raihan

September 5, 2026

The Tetris Company menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam salah satu game yang dirilis White House melalui arcade online barunya. Perusahaan juga memberikan peringatan tegas bahwa mereka menganggap pelanggaran hak cipta sebagai masalah serius.

White House meluncurkan sebuah arcade online pada 3 September yang berisi sejumlah game bergaya retro. Berbeda dari game arcade pada umumnya, kelima game tersebut dibuat untuk mempromosikan agenda politik pemerintahan Presiden Donald Trump.

Salah satu judul yang langsung menarik perhatian adalah Build the Wall, sebuah game yang memiliki kemiripan kuat dengan konsep Tetris. Pemain harus menyusun balok-balok yang jatuh sambil mempertahankan perbatasan selatan Amerika Serikat dari serangan zombie.

Jika balok memenuhi bagian atas layar, permainan akan berakhir dengan pesan “border breached.”

The Tetris Company Tegaskan Tidak Terlibat

Tak lama setelah arcade tersebut dirilis, akun resmi Tetris memberikan tanggapan mengenai Build the Wall. Perusahaan menegaskan bahwa game tersebut dibuat tanpa keterlibatan mereka.

The Tetris Company juga menyampaikan pesan yang menekankan bahwa Tetris seharusnya menjadi permainan yang menyatukan orang, bukan digunakan untuk memecah belah.

Dalam unggahannya, perusahaan secara langsung menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam pembuatan Build the Wall.

Pesan tersebut kemudian ditutup dengan peringatan yang cukup jelas: The Tetris Company menganggap pelanggaran hak cipta sebagai hal yang sangat serius.

Meski demikian, hingga saat ini Tetris belum mengumumkan adanya gugatan terhadap White House. Perusahaan juga belum mengonfirmasi apakah mereka telah mengirimkan surat cease-and-desist secara resmi.

Bukan Cuma Tetris yang Jadi Inspirasi

Build the Wall bukan satu-satunya game di arcade White House yang mengambil inspirasi dari game populer.

Ada Rio Run, yang menggunakan konsep permainan mirip Snake dan mengajak pemain berpatroli di kawasan Rio Grande. Kemudian ada Flappy Bill, yang jelas mengambil format permainan dari game mobile populer Flappy Bird.

Dua game lainnya berfokus pada aktivitas seperti menyortir makanan sekolah dan mengumpulkan uang untuk program Trump Accounts. White House juga mencantumkan satu judul tambahan yang masih berstatus “coming soon.”

Seorang pejabat White House kepada CNN mengatakan bahwa arcade tersebut dibuat untuk menampilkan “budaya yang menyenangkan dan kemenangan.”

Kontroversi ini juga bukan pertama kalinya pemerintah Amerika Serikat mendapat sorotan karena menggunakan properti dari industri game dan anime dalam materi politiknya.

Sebelumnya, Jepang sempat memperingatkan pemerintah AS terkait penggunaan Nintendo dan Pokémon dalam meme politik, sementara Yu-Gi-Oh! juga menegaskan bahwa mereka tidak terlibat setelah cuplikan animenya digunakan dalam video White House.

Untuk saat ini, Build the Wall masih dapat dimainkan melalui arcade online White House. Namun, dengan peringatan yang sudah disampaikan The Tetris Company, menarik untuk melihat apakah game tersebut akan tetap tersedia atau justru mendapat perubahan di kemudian hari.

Leave a Comment

Optimized by Optimole