Discord kembali mencoba menerapkan sistem verifikasi usia setelah sebelumnya mendapat banyak kritik terkait metode yang digunakan. Kali ini, platform tersebut ingin mengurangi kebutuhan pengguna untuk mengunggah identitas atau melakukan pemindaian wajah dengan memanfaatkan model yang dapat memperkirakan kelompok usia pengguna berdasarkan aktivitas akun.
Discord menyebut sistem tersebut sebagai “age group estimation model”. Model ini dirancang untuk menentukan apakah sebuah akun kemungkinan besar digunakan oleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas atau remaja berusia 13–17 tahun.
Discord menegaskan bahwa model tersebut tidak menganalisis pesan, panggilan, maupun konten pribadi pengguna. Sebagai gantinya, sistem mempelajari pola penggunaan akun yang dianggap berbeda antara kelompok usia.
Discord Akan Menilai Aktivitas Akun
Menurut Discord, model tersebut melihat sejumlah sinyal yang berasal dari aktivitas akun. Beberapa di antaranya adalah komunitas, server, dan game yang diikuti pengguna.
Sistem juga mempertimbangkan tingkat aktivitas secara umum, seperti berapa banyak channel atau server yang sering digunakan. Selain itu, usia akun juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan.
Discord mengatakan pola penggunaan seorang remaja biasanya akan terlihat berbeda jika dibandingkan dengan pola pengguna berusia sekitar 30 tahun ketika dilihat secara keseluruhan. Pola tersebut kemudian digunakan model untuk memperkirakan kelompok usia sebuah akun.
Discord mengklaim pendekatan ini memungkinkan lebih dari 90% pengguna tidak perlu melakukan konfirmasi usia tambahan.
Bagi pengguna yang masuk ke kelompok yang membutuhkan verifikasi, Discord mengatakan mereka tetap akan memiliki beberapa opsi untuk mengonfirmasi usia. Perusahaan menyatakan ingin memberikan pilihan yang tidak selalu membutuhkan biometrik atau data pribadi sensitif.
Sistem Verifikasi Usia Discord Sempat Ditunda
Upaya terbaru ini sebenarnya bukan pertama kalinya Discord mencoba menerapkan sistem semacam ini.
Pada 9 Februari, Discord mengumumkan rencana untuk menerapkan pengalaman yang lebih sesuai bagi remaja kepada pengguna yang belum melakukan verifikasi usia. Sistem tersebut juga telah menggunakan konsep age inference untuk memperkirakan kelompok usia berdasarkan informasi yang sudah dimiliki platform.
Beberapa hari kemudian, pada 13 Februari, muncul laporan mengenai keterkaitan sistem verifikasi tersebut dengan Persona, perusahaan yang memiliki hubungan dengan salah satu pendiri Palantir, Peter Thiel.
Kontroversi kemudian berkembang hingga Discord akhirnya menunda peluncuran sistem verifikasi secara global pada 24 Februari. Discord juga menyatakan bahwa Persona tidak memenuhi standar yang mereka tetapkan terkait persoalan privasi.
Kini, pada 22 September, Discord kembali mencoba pendekatan yang berbeda.
Privasi Masih Jadi Perhatian
Discord mengatakan tujuan dari sistem baru ini adalah memenuhi persyaratan terkait usia tanpa membuat seluruh pengguna harus menjalani pemeriksaan identitas atau pemindaian wajah.
Model berbasis aktivitas akun dianggap sebagai salah satu alternatif yang lebih minim data sensitif. Namun, pendekatan tersebut tetap menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana data aktivitas pengguna digunakan untuk menentukan kelompok usia.
Terlebih lagi, sistem ini bergantung pada pola seperti server yang diikuti, game yang dimainkan, tingkat aktivitas, dan riwayat akun untuk membuat perkiraan.
Discord sendiri belum mengungkapkan secara rinci bagaimana setiap faktor tersebut diberi bobot dalam proses estimasi. Yang jelas, perusahaan kini mencoba menyeimbangkan dua hal yang cukup sulit: memenuhi aturan terkait perlindungan pengguna berdasarkan usia sekaligus mengurangi kebutuhan untuk meminta data pribadi sensitif dari seluruh penggunanya.

