Bermain game ternyata tidak mengenal usia. Cath Bowie, seorang nenek asal Aberdeen, Skotlandia, berhasil mencatatkan namanya di Guinness World Records sebagai streamer Fortnite perempuan tertua di dunia pada usia 78 tahun.
Cath pertama kali mengenal Fortnite pada 2017. Saat itu, ia hanya melihat cucunya bermain game tersebut. Meski masih terbilang baru, Cath mengaku langsung tertarik dan penasaran dengan game besutan Epic Games tersebut.
Setahun kemudian, ia memutuskan membuat akun Fortnite sendiri dan mulai melakukan streaming gameplay secara online menggunakan nama “grumpygran48”, yang ternyata merupakan nama yang disarankan oleh cucunya.
Awalnya Diremehkan Cucunya Sendiri
Keputusan Cath untuk mulai streaming juga dipicu oleh komentar dari cucunya. Sang cucu sempat mengatakan bahwa tidak akan ada orang yang mau menonton atau bermain bersamanya karena usianya.
Komentar tersebut justru membuat Cath semakin tertantang.
Ia kemudian membuktikan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti mencoba sesuatu yang baru. Kini, akun miliknya telah memiliki lebih dari 24.000 followers, sementara komentar sang cucu soal tidak akan ada yang menonton sepertinya sudah tidak pernah terdengar lagi.
Dalam bermain Fortnite, Cath juga tidak selalu menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama. Ia membuat target-target pribadi yang berbeda di setiap pertandingan untuk menantang dirinya sendiri.
Kepribadiannya yang positif dan tawa khas yang disebut “menular” juga membantunya membangun komunitas penonton yang rutin mengikuti sesi streaming-nya.
Rayakan Ulang Tahun ke-78 dengan Rekor Dunia
Cath resmi berusia 78 tahun pada 1 September. Tidak lama setelah ulang tahunnya tersebut, Guinness World Records mengonfirmasi pencapaiannya sebagai streamer Fortnite perempuan tertua di dunia.
Menariknya, Cath mengaku sudah mencoba berbagai game lain selama bermain game. Namun, tidak ada yang memberikan sensasi dan keseruan seperti Fortnite baginya.
Karena itu, ia bahkan lebih suka menyebut dirinya sebagai seorang “Fortniter” dibandingkan sekadar gamer.
Cath juga memberikan pesan kepada orang-orang yang mungkin merasa usia menjadi penghalang untuk mencoba sesuatu yang baru.
“Jangan pernah biarkan usia menghentikanmu. Kalau saya bisa melakukannya, kamu juga bisa.”
Selama sembilan tahun bermain, Cath mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada keluarga yang terus memberikan dukungan, serta teman-teman yang sudah menemaninya bermain.
Kisah Cath sekaligus menunjukkan bahwa dunia gaming tidak hanya milik generasi muda. Dengan komunitas yang terus berkembang, seseorang tetap bisa menemukan kesenangan, tantangan, dan bahkan mencetak rekor dunia melalui game di usia berapa pun.

