Mantan Bos PlayStation Bela Game Fisik, Sebut Kolektor sebagai Pemain Paling Loyal

Raihan

October 7, 2026

Mantan petinggi PlayStation, Shawn Layden, menyuarakan kekhawatirannya terhadap industri game yang semakin meninggalkan rilisan fisik. Menurutnya, meski distribusi digital menawarkan kemudahan, keberadaan game berbentuk fisik tetap penting bagi komunitas pemain.

Layden, yang pernah menjabat sebagai Chairman PlayStation Worldwide Studios dan CEO Sony Interactive Entertainment America, menilai keputusan meninggalkan keping fisik berisiko mengecewakan sebagian pelanggan paling loyal. Ia juga menyoroti persoalan kepemilikan game ketika pemain hanya membeli akses digital.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam podcast The Expansion Pass, di tengah perdebatan mengenai masa depan game fisik dan meningkatnya fokus industri terhadap distribusi digital.

Shawn Layden Soroti Keputusan Meninggalkan Game Fisik

Layden mengaku tidak mengetahui secara langsung alasan di balik keputusan Sony untuk menghentikan rilisan game berbentuk cakram. Namun, ia menduga keputusan tersebut didasarkan pada perhitungan biaya dan keuntungan perusahaan.

Ia juga mengakui bahwa membeli game digital memang lebih praktis. Pemain cukup menekan tombol untuk mengunduh game tanpa perlu mengambil dan memasukkan cakram ke konsol.

Meski begitu, Layden menilai jumlah pembeli game fisik tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur pentingnya pasar tersebut.

Ia memberikan gambaran bahwa sekalipun hanya sekitar 20% pemain yang memilih game fisik, kelompok tersebut tetap memiliki nilai besar bagi industri.

Menurut Layden, kolektor sering kali menjadi bagian dari penggemar paling setia. Sebagian bahkan membeli dua salinan game yang sama, satu untuk dimainkan dan satu lagi tetap disimpan dalam kemasan.

Koleksi Game Jadi Bagian dari Budaya Gaming

Bagi Layden, game fisik bukan sekadar media untuk menjalankan permainan. Aktivitas mengoleksi dan memamerkan koleksi juga telah menjadi bagian dari budaya gaming.

Ia membandingkan kebiasaan tersebut dengan penggemar komik yang senang mengumpulkan edisi tertentu dan memamerkannya kepada orang lain.

Karena itu, Layden tidak sepenuhnya setuju dengan langkah industri yang semakin menjauh dari cakram fisik. Walaupun memahami bahwa perusahaan memiliki pertimbangan bisnis, ia menilai komunitas kolektor tetap perlu diperhitungkan.

Keputusan meninggalkan game fisik, menurutnya, berpotensi membuat perusahaan kehilangan hubungan dengan pelanggan yang selama ini mendukung produk mereka secara konsisten.

Game Digital Memunculkan Pertanyaan soal Kepemilikan

Kekhawatiran terbesar Layden bukan hanya soal hilangnya kebiasaan mengoleksi game, tetapi juga perubahan makna kepemilikan.

Ia mempertanyakan apakah pemain benar-benar memiliki game digital yang dibeli atau hanya mendapatkan akses terhadap aset digital tersebut.

Game fisik umumnya dapat disimpan dan dijual kembali, sedangkan pembelian digital sering kali terikat pada ketentuan platform dan lisensi yang berlaku.

Layden menilai perbedaan ini dapat memengaruhi cara konsumen memandang transaksi mereka. Jika pemain tidak bisa menjual kembali sesuatu yang telah dibeli, ia mempertanyakan sejauh mana konsumen benar-benar memiliki barang tersebut.

Menurutnya, perubahan dari kepemilikan menjadi sekadar akses dapat menjadi persoalan serius bagi reputasi perusahaan. Pemain juga bisa mempertanyakan nasib pembelian digital mereka dalam jangka panjang.

Masa Depan Game Fisik Masih Jadi Perdebatan

Pernyataan Layden muncul ketika industri game semakin memprioritaskan distribusi digital, sementara sebagian pemain mulai menyuarakan penolakan terhadap produk yang tidak menyediakan pilihan cakram.

Ia mengakui tidak memiliki akses terhadap perhitungan finansial perusahaan yang mengambil keputusan tersebut. Namun, ia memperingatkan bahwa meninggalkan game fisik berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap citra merek dan kepercayaan konsumen.

Pada akhirnya, perdebatan ini bukan hanya tentang cara membeli atau memainkan game, tetapi juga tentang apa yang sebenarnya didapatkan konsumen setelah membayar.

Bagi sebagian pemain, mengunduh game memang lebih praktis. Namun, bagi kolektor dan mereka yang mengutamakan kepemilikan, rilisan fisik masih memiliki nilai yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh distribusi digital.

Leave a Comment

Optimized by Optimole