Akhir Era RPG Legendaris, EA Resmi Tutup BioWare dan Batalkan Proyek Mass Effect Terbaru!

Raihan

October 22, 2026

Kabar duka mendalam menyelimuti industri game. Electronic Arts (EA) secara resmi menutup BioWare, studio pengembang ternama di balik waralaba legendaris Mass Effect dan Dragon Age. Penutupan studio yang telah berkiprah selama lebih dari 30 tahun ini dilakukan sebagai bagian dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada sekitar 400 karyawan EA. Bersamaan dengan langkah ekstrem ini, proyek game Mass Effect terbaru yang sedang dalam tahap pengembangan awal juga resmi dibatalkan.

Perjalanan Tiga Dekade yang Harus Berakhir

Berdasarkan laporan Bloomberg, pemangkasan ini berdampak pada sekitar 3% dari total tenaga kerja EA, termasuk sekitar 50 staf di BioWare. Pengumuman ini datang hanya dua bulan setelah EA resmi menjadi perusahaan privat pasca aksi akuisisi senilai $55 miliar yang dipimpin oleh dana investasi Arab Saudi.

Dalam surat internal bertanggal 21 Oktober yang ditujukan kepada karyawan, Chief Operating Officer EA David Tinson dan Chief Studios Officer Cam Weber menjelaskan rencana perusahaan untuk menekan biaya operasional dan membatalkan sejumlah proyek.

Pihak BioWare sendiri telah merilis pernyataan resmi di platform X untuk mengonfirmasi kabar penutupan tersebut. Karyawan BioWare menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para gamer yang telah memainkan game buatan mereka, berdebat atas pilihan cerita, mencintai karakter-karakternya, dan menjadikan dunia ciptaan BioWare terasa hidup selama tiga dekade terakhir.

Didirikan pada tahun 1995 dan diakuisisi oleh EA pada 2007, BioWare sempat menjadi salah satu pengembang RPG paling dihormati di dunia. Namun, kinerja studio mulai goyah dalam beberapa tahun terakhir pasca peluncuran Mass Effect: Andromeda dan Anthem yang menuai banyak kritik. Game terakhir mereka, Dragon Age: The Veilguard yang rilis pada 2024, juga gagal memenuhi target penjualan EA hingga memicu pengurangan staf besar-besaran pada 2025 sebelum akhirnya berujung pada penutupan total tahun ini.

Imbas Restrukturisasi dan Pembatalan Proyek Lain

BioWare bukan satu-satunya yang terkena dampak dari restrukturisasi masif EA. Penerbit game raksasa ini juga membatalkan Project Lotus, sebuah game yang direncanakan masuk dalam waralaba The Sims. Sebagai gantinya, EA memilih untuk memprioritaskan proyek lain yang dikenal secara internal dengan nama Project Evergreen.

Selain itu, EA mengonfirmasi bahwa pengembangan game skate akan tetap berjalan, meskipun tim pengembangnya mengalami pemangkasan jumlah staf. Langkah pengetatan anggaran ini diambil seiring upaya EA menghemat pengeluaran hingga $700 juta, terutama pada sektor riset dan pengembangan, guna menanggung beban utang sebesar $18 miliar pasca akuisisi.

Fokus EA ke Depan dan Nasib Mass Effect

Di tengah gelombang pembatalan ini, EA menyatakan bakal tetap mengalokasikan investasi besar pada waralaba utama mereka yang terbukti menghasilkan keuntungan, seperti jajaran game EA Sports, Apex Legends, dan Battlefield. Proyek besar lain yang dipastikan tetap berjalan adalah game Star Wars Jedi berikutnya serta game Iron Man dari Marvel.

EA juga mengungkapkan bahwa Respawn Entertainment dan DICE akan berkolaborasi dalam sebuah proyek baru. Menurut laporan Bloomberg, proyek kolaborasi tersebut kemungkinan besar adalah seri terbaru dari waralaba Star Wars Battlefront.

Hingga saat ini, EA belum memberikan kepastian mengenai nasib masa depan dari kekayaan intelektual (IP) Mass Effect maupun Dragon Age secara keseluruhan setelah proyek Mass Effect milik BioWare resmi dibatalkan.

Leave a Comment

Optimized by Optimole