Duka Skena Esports, ENCE Resmi Ajukan Kebangkrutan Setelah 13 Tahun Berkiprah di Counter-Strike!

Raihan

October 27, 2026

Salah satu organisasi esports paling ikonik asal Finlandia, ENCE, secara resmi mengumumkan bakal mengajukan kebangkrutan berdasarkan keputusan dewan direksi perusahaan. Pengumuman pahit ini mengakhiri perjalanan panjang 13 tahun ENCE di skena kompetitif Counter-Strike, hanya beberapa hari setelah laporan keuangan terbaru klub mengungkapkan krisis finansial yang sangat parah.

Dari Finalis Major Hingga Terlempar dari Papan Atas

Didirikan di Helsinki pada April 2013, ENCE pernah menjadi fenomena nasional di Finlandia. Puncak kejayaan mereka terjadi pada tahun 2019 saat kapten Aleksib memimpin jajaran pemain asli Finlandia melangkah hingga ke babak Grand Final IEM Katowice Major. Era keemasan kedua kembali hadir pada tahun 2023 dengan roster internasional di bawah kepemimpinan Snappi.

Namun, kemunduran mulai terjadi setelah inti tim tersebut dijual ke Falcons pada awal 2024. Berbagai perombakan pemain tidak kunjung membuahkan hasil manis. Pada April 2026, ENCE mencoba kembali ke akar mereka dengan mempromosikan tim akademi Finlandia serta menunjuk legenda mereka, allu, sebagai pelatih kepala pada bulan Juni. Sayangnya, performa tim terus merosot hingga terlempar ke peringkat 103 dalam ranking global Valve.

Anjloknya Pendapatan dan Krisis Keuangan yang Parah

Laporan keuangan memberikan gambaran jelas mengapa akhir tragis ini datang begitu cepat. Pendapatan ENCE tercatat anjlok hingga 59,8% pada tahun 2025 menjadi €1,32 juta, turun drastis jika dibandingkan dengan capaian tahun 2023 yang mencapai €6,31 juta. Buruknya prestasi tim di panggung internasional serta berhentinya program kemitraan ESL disebut sebagai faktor utama di balik kemerosotan tersebut.

Secara keseluruhan, ENCE menelan kerugian lebih dari €1,5 juta dalam dua tahun fiskal terakhir. Meskipun telah melakukan pemotongan anggaran operasional dan staf sebesar €466.000 pada tahun 2025, hal itu tetap tidak mampu menyelamatkan klub. Bahkan setelah mendapat suntikan dana dan pembelian saham 15% oleh pemain poker Riku Vihreäsaari, saldo di rekening bank ENCE pada akhir tahun dilaporkan menyusut tajam dari €88.000 menjadi kurang dari €2.000.

Kisah tragis ENCE menjadi pengingat keras bagi industri esports mengenai betapa cepatnya krisis finansial dapat menimpa organisasi besar ketika hasil pertandingan tak lagi memihak.

Leave a Comment

Optimized by Optimole