Sam Altman Sebut Penggunaan RAM di Komputer Pribadi Tidak Efisien Dibandingkan untuk Pusat Data AI

Raihan

October 31, 2026

Maraknya pengembangan kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan setelah dinilai berdampak langsung pada kelangkaan dan melonjaknya harga memori (DRAM) untuk perangkat PC konsumen. Di tengah kondisi pasar yang sulit bagi para perakit PC dan gamer, CEO OpenAI Sam Altman justru melontarkan argumen kontroversial mengenai alokasi memori global tersebut.

Alokasi Memori Lokal Dinilai Tidak Efisien

Hadir dalam episode terbaru di siniar Cheeky Pint, Altman menyatakan bahwa membiarkan komponen memori seperti DRAM terpasang di komputer pribadi terbilang kurang efektif dalam situasi pasokan yang terbatas seperti sekarang.

29:08 – Sam Altman

“Dari perspektif alokasi global, sebenarnya sangat buruk jika setiap orang memiliki sebagian dari pasokan DRAM dunia yang terbatas di komputer mereka sendiri, namun hanya digunakan sekitar 5 persen dari keseluruhan waktunya,” ujar Altman.

Pernyataan ini utamanya menyasar tren di kalangan pengembang dan pengguna individual yang menginginkan daya komputasi serta local inference AI di perangkat masing-masing, alih-alih secara khusus menyerang komunitas gamer. Menurut Altman, dalam kondisi krisis pasokan, penggunaan memori seharusnya dimaksimalkan melalui infrastruktur komputasi awan (cloud) agar tingkat pemanfaatannya bisa mencapai titik optimal.

Ironi Kelangkaan Komponen dan Dampak Industri AI

Pernyataan Altman tersebut memicu respons kritis dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai ironis ketika pimpinan OpenAI mengeluhkan kelangkaan memori, padahal pesatnya pembangunan pusat data AI seperti ChatGPT milik perusahaannya menjadi salah satu pemicu utama merosotnya pasokan DRAM dunia.

Selain berdampak pada industri perangkat keras konsumen, ekspansi infrastruktur pusat data AI yang masif juga disorot karena menyerap konsumsi energi dan sumber daya yang sangat besar. Fenomena ini membuat sejumlah perusahaan teknologi besar kesulitan memenuhi target ramah lingkungan mereka.

Di sisi lain, dinamika industri AI saat ini juga diwarnai tantangan finansial. Mulai dari tekanan terhadap arus kas akibat investasi pusat data yang tinggi hingga gejolak pada nilai saham sektor AI, industri ini terus beradaptasi di tengah tingginya permintaan daya komputasi global.

Leave a Comment

Optimized by Optimole