Indonesia Ambil Langkah Awal di Asian Games 2026, PB ESI Daftarkan 9 Game Esports

Raihan

February 21, 2026

Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi mengambil langkah awal menuju Asian Games 2026 Aichi–Nagoya dengan mendaftarkan Indonesia pada sembilan nomor cabang esports melalui skema entry by number. Keputusan ini menjadi sinyal keseriusan Indonesia untuk tetap berada dalam peta persaingan esports level Asia, meski jalan menuju panggung utama masih panjang.

Perlu dicatat, entry by number bukan berarti Indonesia otomatis tampil di Main Event. Ini baru tahap administrasi awal agar Merah Putih tetap masuk dalam sistem resmi yang berada di bawah naungan Olympic Council of Asia (OCA).

Sembilan Game Esports yang Dipilih Indonesia

Dari total 11 game esports yang dipertandingkan, PB ESI memutuskan untuk mengambil bagian di sembilan game berikut:

  • Gran Turismo 7
  • eFootball
  • PUBG Mobile
  • Martial Arts Category
    • Street Fighter 6
    • Tekken 8
    • The King of Fighters XV
  • Pokémon Unite
  • Identity V
  • Honor of Kings
  • Naraka: Bladepoint
  • Mobile Legends: Bang Bang

Di sisi lain, Indonesia memilih tidak melakukan entry pada dua nomor, yakni League of Legends (PC) dan Puyo Puyo Champions (PC). Alasan spesifik tidak dijelaskan secara detail, namun keputusan ini diyakini berkaitan dengan prioritas kekuatan dan kesiapan ekosistem nasional.

Entry Masuk, Tapi Belum Aman

PB ESI menegaskan bahwa status entry ini belum menjamin Indonesia tampil di Main Event Asian Games 2026. Seluruh negara yang mendaftar tetap wajib melewati fase kualifikasi regional yang akan disusun oleh panitia penyelenggara Asian Games (AINAGOC) bersama masing-masing publisher game.

Rencana detail terkait format, jadwal, dan mekanisme kualifikasi baru akan diumumkan pada Maret 2026. Dari sanalah akan ditentukan siapa saja yang benar-benar lolos ke panggung utama di Jepang.

Fokus Berikutnya: Kualifikasi dan Pembentukan Tim Terbaik

Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menyebut langkah entry ini sebagai pondasi awal sebelum masuk ke fase teknis yang lebih berat.

Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru ada di tahap kualifikasi, di mana setiap negara akan mengerahkan skuad terbaiknya. PB ESI melalui Badan Tim Nasional (BTN) kini bersiap menyesuaikan program pelatihan, seleksi atlet, serta strategi lintas nomor agar Indonesia tidak sekadar hadir, tetapi juga kompetitif.

Jalan Masih Panjang, Tapi Arah Sudah Jelas

Masuknya Indonesia di sembilan nomor esports Asian Games 2026 menunjukkan arah yang cukup jelas: PB ESI ingin bermain aman tapi tetap strategis. Tidak memaksakan semua nomor, namun fokus pada cabang yang memiliki basis pemain, prestasi, dan ekosistem kuat di Tanah Air.

Kini, bola ada di fase kualifikasi. Dan di sanalah, mimpi Indonesia untuk kembali berbicara banyak di esports Asian Games akan benar-benar diuji.

Leave a Comment

Optimized by Optimole