MPL Indonesia Season 17 akan segera dimulai. Berdasarkan jadwal yang dari MPL Indonesia, hari pertama Regular Season akan dimulai pada 27 Maret 2026, menandai kembalinya panggung tertinggi kompetisi Mobile Legends: Bang Bang di Indonesia.
Antusiasme penggemar MLBB pun langsung meningkat, terlebih karena pekan pembuka sudah menyajikan laga panas Alter Ego Esports vs ONIC Esports. Tanpa pemanasan panjang, MPL ID Season 17 langsung tancap gas sejak minggu pertama.
Rematch Grand Final S16 Panaskan Week 1 Day 2

Sorotan utama week pertama jatuh pada Day 2, ketika duel panas antara Alter Ego Esports vs ONIC Esports kembali tersaji. Pertandingan ini menjadi rematch Grand Final MPL ID Season 16 yang masih terbayang-bayang.
Meski kini berlangsung di fase regular season, tensi laga dipastikan tetap tinggi. Kedua tim membawa narasi besar: Alter Ego dengan misi balas dendam, sementara ONIC ingin menegaskan bahwa dominasi mereka belum berakhir.
Bintang Baru di ONIC Esports!

Salah satu faktor yang membuat duel ini semakin menarik adalah perubahan komposisi roster ONIC. Jika pada final musim lalu Arfy harus berhadapan dengan Skylar di Gold Lane, kini ONIC datang dengan wajah baru.
Tim Landak Kuning resmi mengandalkan Kelra, pemain bintang asal Filipina yang dikenal dengan gaya bermain agresif dan konsistensi di late game. Kehadirannya membawa dinamika berbeda dalam pola serangan ONIC, sekaligus menjadi ujian chemistry sejak pekan pertama.
Bagi Alter Ego, laga ini menjadi kesempatan penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka menghadapi ONIC versi terbaru. Evaluasi dari kegagalan musim lalu tentu menjadi bekal utama untuk tampil lebih solid sejak awal musim.
Penentuan ‘Standar Gameplay‘ MPL ID S17!
Dengan jadwal pembuka yang langsung menghadirkan big match, MPL ID Season 17 jelas tak memberi ruang bagi para tim untuk bersantai. Setiap poin di awal musim akan sangat krusial dalam perburuan tiket playoff.
Rivalitas Alter Ego dan ONIC yang terus terjaga dari musim ke musim kini memasuki babak baru. Apakah Alter Ego mampu mencuri momentum di awal musim? Atau justru ONIC kembali menunjukkan bahwa mereka masih jadi standar tertinggi liga?

