Kandas di Tengah Jalan, Ubisoft Batalkan Assassin’s Creed Multiplayer Ambisius “AC League”

Raihan

February 8, 2026

Kabar kurang sedap datang dari internal Ubisoft. Sebuah proyek game Assassin’s Creed multiplayer yang tengah dikembangkan oleh Ubisoft Annecy dilaporkan resmi dibatalkan. Proyek tersebut memiliki nama internal “AC League” dan sebelumnya digadang-gadang sebagai fondasi masa depan fitur multiplayer di waralaba Assassin’s Creed.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh media Prancis Origami, sebagaimana dikutip oleh IGN pada 9 Februari 2026. Pembatalan ini menjadi sorotan besar, mengingat ambisi Ubisoft untuk kembali menghidupkan pengalaman multiplayer di seri Assassin’s Creed.

Awalnya DLC Assassin’s Creed Shadows

Menurut laporan Origami, AC League awalnya dirancang sebagai DLC untuk Assassin’s Creed Shadows, dengan latar Jepang feodal yang sama. Proyek ini direncanakan menghadirkan pengalaman co-op hingga empat pemain, di mana para assassin akan bekerja sama menyelesaikan serangkaian misi naratif yang terhubung dengan Season Pass.

Konsepnya cukup menjanjikan: empat assassin, misi terstruktur, dan cerita yang berkembang secara bertahap. AC League bahkan diposisikan sebagai penutup narasi Season Pass yang pada akhirnya juga ikut dibatalkan.

Fondasi Multiplayer Assassin’s Creed Masa Depan

Lebih jauh, AC League disebut sebagai proyek yang sangat ambisius. Ubisoft Annecy menargetkan game ini sebagai pondasi sistem multiplayer lintas seri Assassin’s Creed, termasuk potensi kembalinya format hybrid solo/multiplayer seperti yang pernah hadir di Assassin’s Creed Unity dan Assassin’s Creed IV: Black Flag.

Namun, seiring berjalannya pengembangan, tim internal mulai mempertanyakan kelayakan proyek ini jika terus dikaitkan langsung dengan Assassin’s Creed Shadows. Kekhawatiran utama datang dari waktu pengembangan yang terlalu panjang dan kompleksitas teknis yang tinggi.

Hampir Jadi Game Mandiri, Tapi Tetap Dibatalkan

Menariknya, Ubisoft sempat mengubah arah pengembangan AC League. Proyek ini direncanakan menjadi game kecil yang berdiri sendiri, dengan memanfaatkan sebagian elemen open world dari Assassin’s Creed Shadows.

Bahkan, AC League sempat ditargetkan memasuki fase alpha tertutup pada Mei 2026, dengan skema undangan terbatas. Sayangnya, rencana tersebut tidak pernah terwujud setelah Ubisoft memutuskan untuk menghentikan proyek sepenuhnya.

Sebagai gantinya, sejumlah staf Ubisoft Annecy kini ditugaskan untuk mentransfer pencapaian teknis AC League ke Anvil Pipeline, engine internal Ubisoft, agar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mode multiplayer Assassin’s Creed di masa depan.

Kekhawatiran PHK di Ubisoft Annecy

Dampak pembatalan ini tidak berhenti pada proyek semata. Origami melaporkan bahwa lebih dari seperempat dari total 270 karyawan Ubisoft Annecy kini tidak memiliki proyek aktif, memicu kekhawatiran akan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam waktu dekat.

Situasi ini memperpanjang daftar tantangan internal Ubisoft, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap melakukan restrukturisasi dan pembatalan proyek demi efisiensi.

Sebagai catatan, Insider Gaming sebelumnya melaporkan pada Mei 2025 bahwa AC League sempat dijadwalkan rilis pada 2026, menjadikannya salah satu proyek Assassin’s Creed yang paling dekat dengan tahap peluncuran sebelum akhirnya kandas.

Masa Depan Multiplayer Assassin’s Creed Masih Abu-Abu

Dengan dibatalkannya AC League, masa depan multiplayer Assassin’s Creed kembali menjadi tanda tanya. Meski Ubisoft masih menyimpan aset teknis dan pengalaman pengembangan dari proyek ini, belum ada konfirmasi kapan dan dalam bentuk apa multiplayer akan kembali hadir di seri Assassin’s Creed.

Yang jelas, AC League kini menjadi salah satu proyek ambisius Ubisoft yang gagal mencapai garis finis, sekaligus cerminan tantangan besar dalam mengembangkan game live-service dan multiplayer di tengah perubahan strategi industri game global.

Leave a Comment

Optimized by Optimole