Kreator MindsEye Kembali PHK Karyawan di Awal 2026, Tuduhan Sabotase Muncul Lagi

Raihan

March 11, 2026

Studio di balik game MindsEye kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) baru di awal 2026. Pengembang game tersebut, Build A Rocket Boy, menyatakan keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menjaga keberlangsungan studio setelah performa game mereka gagal memenuhi ekspektasi.

Kabar ini menjadi lanjutan dari masalah yang sudah muncul sejak tahun lalu, ketika proyek ambisius yang sempat dijuluki sebagai “GTA Killer” itu tidak mampu mencapai kesuksesan yang diharapkan.

Dampak Kegagalan MindsEye Masih Terasa

Pada pertengahan 2025, Build A Rocket Boy sudah lebih dulu melakukan PHK massal terhadap sekitar 100 karyawan. Langkah tersebut diambil setelah perilisan MindsEye dianggap tidak mampu memenuhi target yang diharapkan oleh studio maupun komunitas pemain.

Kegagalan tersebut bahkan memicu berbagai kontroversi di internal perusahaan, termasuk tuduhan dari pihak pimpinan studio mengenai adanya aksi sabotase dan spionase industri yang disebut-sebut memengaruhi pengembangan game tersebut.

Kini memasuki 2026, dampak dari kegagalan tersebut disebut masih terasa. Dalam pernyataan terbaru yang dibagikan melalui LinkedIn resmi studio, Build A Rocket Boy mengumumkan bahwa mereka kembali melakukan PHK sebagai bagian dari proses restrukturisasi tim pengembang.

Tuduhan Sabotase Kembali Disuarakan

Dalam pernyataan yang sama, pimpinan studio kembali menegaskan tuduhan bahwa proyek MindsEye menjadi korban sabotase dari pihak tertentu di industri game.

Mereka bahkan mengklaim telah memperoleh bukti terkait dugaan sabotase tersebut. Namun, studio menyatakan tidak dapat membeberkan detail lebih lanjut karena bukti tersebut tengah dipersiapkan untuk kemungkinan proses hukum.

Selain itu, pihak studio juga menjelaskan bahwa pengurangan jumlah staf menjadi langkah yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan operasional Build A Rocket Boy di masa mendatang.

Respons Komunitas Cukup Negatif

Pengumuman ini langsung memicu berbagai reaksi dari komunitas gamer. Banyak pemain mempertanyakan langkah pimpinan studio yang kembali mengangkat isu sabotase bersamaan dengan pengumuman PHK massal.

Sejumlah komentar di media sosial bahkan menilai bahwa kegagalan MindsEye seharusnya lebih banyak dikaitkan dengan kualitas game itu sendiri, bukan semata-mata faktor eksternal seperti sabotase industri.

Perdebatan ini membuat situasi di sekitar Build A Rocket Boy kembali menjadi topik hangat di komunitas gaming.

Dengan kontroversi yang belum mereda dan tuduhan sabotase yang masih terus disuarakan, masa depan studio pengembang MindsEye kini menjadi tanda tanya besar bagi banyak pengamat industri game.

Leave a Comment

Optimized by Optimole