IGN baru saja merilis ulasan lengkap untuk Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection, dan hasilnya menunjukkan bahwa game ini menjadi evolusi paling matang dari seri spin-off RPG milik Capcom tersebut.
Dalam review tersebut, IGN menyebut bahwa game ini menawarkan pengalaman RPG yang sangat dalam dengan banyak aktivitas yang membuat pemain betah berjam-jam menjelajah dunia permainan. Sang reviewer bahkan menghabiskan sekitar 75 jam bermain dan menyebut hampir setiap momen di dalamnya terasa memuaskan.
Game ini juga disebut sebagai perkembangan logis dari dua pendahulunya, yaitu Monster Hunter Stories (2017) dan Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin (2021).
Spin-off Monster Hunter dengan Konsep Koleksi Monster
Seperti dua seri sebelumnya, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection tetap mempertahankan konsep RPG turn-based dengan mekanisme mengoleksi monster.
Berbeda dengan seri utama Monster Hunter yang berfokus pada berburu monster untuk membuat senjata dan armor, di seri Stories pemain justru bertarung bersama monster yang disebut Monsties.
Konsepnya sering dibandingkan dengan Pokémon, karena pemain bisa membawa hingga enam Monsties dalam satu party dan menukar mereka saat bertarung. Namun yang membuatnya unik, pemain tetap bertarung langsung menggunakan senjata ikonik dari Monster Hunter.
Meskipun formula dasarnya tidak berubah drastis, IGN menilai sistem ini sudah cukup kuat sehingga tidak membutuhkan banyak inovasi besar untuk tetap terasa menyenangkan.
Karakter Utama Kini Lebih Dewasa
Salah satu perubahan terbesar di Twisted Reflection adalah karakter utama yang kini tampil berbeda dari seri sebelumnya.
Beberapa perubahan penting antara lain:
- Karakter utama kini orang dewasa, bukan anak-anak seperti di game sebelumnya
- Protagonis memiliki kepribadian dan dialog sendiri
- Cerita terasa lebih matang dan serius
Pada dua game sebelumnya, banyak dialog diwakili oleh Felyne pendamping yang dikenal dengan humor berlebihan, yaitu Navirou.
Di game ketiga ini, peran tersebut digantikan oleh Palico baru bernama Rudy, yang digambarkan lebih rasional dan tidak terlalu berperan sebagai karakter komedi.
Perubahan ini membuat tone cerita terasa lebih dewasa dibandingkan dua game sebelumnya.
Cerita: Rider Elite dan Konflik Ekosistem
Dalam cerita Twisted Reflection, pemain berperan sebagai Rider elit sekaligus kapten kelompok Rangers, sebuah organisasi yang fokus pada penelitian serta perlindungan ekosistem di kerajaan Azuria.
Premis ini selaras dengan gameplay yang mengharuskan pemain:
- Membasmi Invasive Species
- Mengembalikan Endangered Species ke habitatnya
Namun konflik utama muncul ketika fenomena misterius bernama Crystal Encroachment menyebabkan banyak monster menjadi liar dan berbahaya.
Dunia Semi-Open World dan Eksplorasi Lebih Bebas
Sejak awal permainan, pemain sudah ditemani oleh Rathalos dewasa sebagai partner utama. Hal ini memungkinkan pemain langsung terbang (gliding) dan menjelajahi dunia semi-open world dengan lebih fleksibel.
Setiap Monstie juga memiliki Riding Actions yang berbeda, seperti:
- Flying
- Swimming
- Climbing
- Roaring untuk membuat monster lain pingsan
- Breath Attack untuk menjatuhkan musuh
Sistem ini membuat eksplorasi terasa lebih variatif dibandingkan Monster Hunter Stories 2, yang sebelumnya dinilai terlalu membatasi pilihan monster hanya berdasarkan kemampuan eksplorasi mereka.
Sistem Pertarungan Strategis
Sistem pertarungan di game ini tetap menggunakan mekanisme rock-paper-scissors antara tiga tipe serangan:
- Power
- Speed
- Technical
Namun kompleksitasnya meningkat karena pemain juga harus mempertimbangkan:
- elemen kelemahan monster
- bagian tubuh monster yang bisa ditarget
- jenis damage dari senjata
Karakter Rider dapat membawa tiga senjata sekaligus dari total enam jenis senjata yang tersedia, dan semuanya dapat diganti secara bebas saat bertarung untuk mengeksploitasi kelemahan musuh.
Gameplay Loop yang Sangat Adiktif
Salah satu aspek paling dipuji dari Monster Hunter Stories 3 adalah gameplay loop-nya.
Alih-alih menangkap monster secara langsung seperti di Pokémon, pemain harus menjelajahi sarang monster (dens) untuk mencari telur. Telur tersebut kemudian ditetaskan menjadi Monsties dengan kombinasi gene board yang menentukan kemampuan mereka.
Ada beberapa lapisan RNG dalam sistem ini:
- kemunculan sarang
- jenis telur di dalam sarang
- kemampuan genetik Monstie
Bahkan sang reviewer mengaku menghabiskan hampir 20 jam hanya di area pertama karena ingin menyelesaikan berbagai aktivitas opsional yang tersedia.

