Komunitas fighting game global tengah menyoroti sebuah kisah luar biasa dari seorang pemain Tekken 8. Seorang streamer sekaligus pemain kompetitif dengan keterbatasan penglihatan, BlindGuitarFox, berhasil menembus rank Tekken God, salah satu peringkat tertinggi di dalam game, setelah dua tahun penuh perjuangan.

Pencapaian ini terasa semakin luar biasa karena BlindGuitarFox sepenuhnya kehilangan penglihatan di mata kanan, sementara mata kirinya hanya memiliki penglihatan terowongan yang buram dan sangat terbatas.
Bertarung dengan Glaukoma Sejak Lahir
BlindGuitarFox diketahui lahir dengan glaukoma di kedua mata, sebuah kondisi serius akibat tekanan cairan di dalam mata yang merusak saraf optik secara perlahan. Penyakit ini kerap tidak menunjukkan gejala awal, sehingga sering terlambat ditangani.
Pada masa awal rilis Tekken 8 di tahun 2024, BlindGuitarFox kehilangan fungsi mata kanannya sepenuhnya. Sejak saat itu, ia hanya mengandalkan sisa penglihatan minim di mata kiri untuk bermain, sebuah tantangan besar di genre game yang menuntut reaksi cepat dan presisi visual.
Namun keterbatasan tersebut tidak menghentikannya. Dengan karakter Asuka sebagai andalan, ia perlahan menapaki ranked match hingga akhirnya mencapai Tekken God, satu tingkat di bawah Tekken God Supreme dan Tekken God of Destruction.
Menang Lewat Reading, Bukan Reaksi
Dalam unggahan Reddit yang viral, BlindGuitarFox membagikan bagaimana cara ia bertahan di level kompetitif tertinggi.
Ia mengakui kesulitan membedakan string serangan lawan, membaca posisi dinding, hingga melakukan throw break yang sepenuhnya harus berdasarkan tebakan.
“Saya hanya bisa menghukum lawan kalau berhasil membaca gerakan mereka. Bahkan saat tahu serangannya datang, saya tetap tidak bisa bereaksi secara visual,” tulisnya.
Karena itu, ia memilih bermain sesuai kekuatannya: memaksimalkan damage setiap kali mendapatkan kesempatan. Strategi ini membuat setiap kesalahan lawan menjadi sangat mahal, sekaligus menutup keterbatasannya dalam reaksi cepat.
Soal Fitur Aksesibilitas: Penting, Tapi Belum Ideal
Menariknya, BlindGuitarFox mengungkap bahwa ia tidak menggunakan fitur aksesibilitas Tekken 8 saat bermain kompetitif. Alasannya, fitur tersebut dianggap kurang adil dalam konteks turnamen.
Dalam standar turnamen, dua pemain bertanding berdampingan di satu monitor dan satu konsol. Artinya, jika fitur aksesibilitas diaktifkan, lawan yang tidak membutuhkan justru ikut terdampak tampilan visual yang tidak biasa.
“Saya senang fitur ini ada, tapi masih banyak yang bisa diperbaiki,” ujarnya.
“Bagi pemain awam, tampilan aksesibilitas bisa terasa membingungkan dan mengganggu.”
Ia juga sempat berharap bisa berdiskusi langsung dengan Katsuhiro Harada, namun produser legendaris Tekken tersebut kini telah mundur dari peran aktif di seri ini.
Terinspirasi BlindWarriorSven dan EVO

BlindGuitarFox turut menyebut BlindWarriorSven sebagai sumber inspirasinya. Sven sempat menghebohkan dunia fighting game setelah memenangkan pertandingan yang disiarkan langsung di Evo 2023 dalam kondisi mata tertutup.
Sven kehilangan penglihatannya sejak usia enam tahun akibat kanker, namun tetap mampu bersaing di level tertinggi Street Fighter 6. Ia bahkan mencapai rank tertinggi dengan memanfaatkan fitur aksesibilitas seperti audio cue dan skema kontrol alternatif.
Lebih dari Sekadar Rank
Kisah BlindGuitarFox bukan sekadar soal pencapaian Tekken God. Ini adalah bukti bahwa dengan adaptasi, ketekunan, dan pemahaman mendalam terhadap game, keterbatasan fisik tidak selalu menjadi penghalang mutlak di esports.
Di saat industri game terus berbicara soal inklusivitas, cerita ini menjadi pengingat kuat bahwa aksesibilitas bukan sekadar fitur tambahan melainkan jembatan bagi lebih banyak pemain untuk berdiri sejajar di arena kompetitif.

