Rekt Sebut Kena Cubital Tunnel Syndrome, Penyakit Apa Itu?

EVOS Rekt atau Gustian baru-baru ini mengungkap kondisi cidera yang dialaminya. Dalam satu momen livestream, Rekt bercerita mengenai tangannya yang kebas atau mati rasa. Untuk kasusnya, ia merasa kesemutan atau ‘geremet’ di area jarinya. Rekt kemudian mengungkap hasil pencariannya di google, cideranya terjadi karena sering melakukan aktifitas berulang-ulang.

Walau masih berumur 25 tahun, Rekt sudah menjalani karir sebagai profesional cukup lama. Di MPL sendiri ia masih aktif hingga kini sejak MPL Season 1 tahun 2018. Kurang lebih, karir Rekt sebagai pemain profesional Mobile Legends sudah terhitung 4 tahun. Para veteran MPL lainnya seperti Tuturu, Oura dan Jonathan Liandi juga disebutnya mengalami hal yang sama. Setelah diperiksa, Rekt mengalami Cubital Tunnel Syndrome.

Apa itu Cubital Tunnel Syndrome? Menurut artikel halodoc.com, cidera ini adalah kondisi yang melibatkan adanya penekanan atau peregangan pada saraf ulnaris (daerah lengan bawah, dekat siku) yang menyebabkan rasa kebas pada jari manis dan jari kelingking, nyeri di lengan bawah yang dapat disertai kelemahan di tangan. Saraf ulnaris ini berjalan di sisi bagian dalam siku.

Adapun beberapa penyebab cidera ini karena cidera kepala yang melibatkan daerah anggota gerak bagian atas, usia lebih dari 40 tahun, aktivitas dengan gerakan tertentu seperti melempar, pekerjaan yang membutuhkan gerakan menekuk siku dalam waktu yang lama, seperti profesi Rekt sebagai pemain esports, mengistirahatkan daerah siku pada permukaan yang keras dalam waktu yang lama dan terakhir, kegemukan.

Untuk mengobati penyakit ini, ada dua metode yang disarankan yaitu menggunakan pelindung siku dan pembedahan atau operasi.

“Ini jari saya mulai lagi guys, mulai kebas. Sudah baca google katanya karena sering melakukan aktivitas berulang-ulang. Memang sudah umur kayaknya. Mau ke rumah sakit nanti untuk cek syaraf. Seperti kesemutan geli-geli gitu,” ucap Rekt menggambarkan kondisi jarinya.

Dia pun tidak ingin pensi saat ini karena tidak ingin mengecewakan EVOS Fams. Menurut Rekt, ia masih bisa berkontribusi dalam tim dari pengalaman, pengetahuan in game, mental juara meskipun ia mengakui tak bisa memberi lebih dari mekanik.

Semoga apa yang terjadi pada Rekt bisa segera terobati yah. Sobat Esports juga harus hati-hati dengan aktivitas gaming-nya karena sikap dan kebiasaan yang tak benar bisa membuat kalian merasakan cidera yang sama seperti Rekt.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *