Sony Interactive Entertainment dikabarkan tengah melakukan uji coba sistem Dynamic Pricing di PlayStation Store, yang berpotensi membuat harga game berbeda untuk setiap pengguna. Uji coba ini disebut berfokus pada game PlayStation 5, dengan beberapa pemain dilaporkan menerima harga yang tidak sama meskipun berada di region yang sama.
Informasi mengenai uji coba ini pertama kali diungkap oleh situs pelacak harga PS Store, PSprices. Mereka mengklaim menemukan adanya fluktuasi harga pada lebih dari 100 game PS5, di mana sebagian pengguna mendapatkan diskon personal berkisar 5% hingga 17,6%.
Apa Itu Dynamic Pricing?
Dynamic Pricing merupakan strategi penentuan harga yang menyesuaikan nilai produk berdasarkan perilaku pengguna, seperti riwayat pembelian atau tingkat minat terhadap sebuah game.
Dengan sistem ini, harga game dapat berubah tergantung pada profil pemain. Tujuannya adalah memberikan penawaran yang dianggap lebih menarik bagi pengguna tertentu agar mereka lebih terdorong untuk melakukan pembelian.
Namun strategi ini juga menuai kritik karena dianggap tidak adil bagi konsumen, terutama jika dua pengguna mendapatkan harga berbeda untuk produk yang sama.
Menurut laporan dari PSprices, pengguna PS Store disebut telah ditempatkan dalam kelompok uji coba acak untuk mengukur respons terhadap perubahan harga tersebut.
Banyak Game Besar Masuk Dalam Testing
Beberapa game populer yang dilaporkan termasuk dalam uji coba Dynamic Pricing antara lain:
- God of War Ragnarök
- Marvel’s Spider-Man 2
- Helldivers 2
- Stellar Blade
- Gran Turismo 7
- The Last of Us Part II
Tidak hanya game first-party PlayStation, beberapa judul dari publisher pihak ketiga juga disebut masuk dalam pengujian tersebut. Di antaranya game dari 2K Games, Focus Entertainment, Deep Silver, Bethesda Softworks, hingga Rockstar Games.
Sudah Diuji di Puluhan Region
Menurut laporan yang beredar, uji coba ini telah berlangsung selama sekitar tiga bulan di 30 region berbeda.
Kini, cakupan testing tersebut disebut telah diperluas hingga 70 region, termasuk wilayah:
- Eropa
- Timur Tengah
- Asia
- Amerika Latin
- Afrika
Menariknya, dua pasar besar yaitu Amerika Serikat dan Jepang dilaporkan tidak termasuk dalam uji coba ini, kemungkinan karena regulasi perlindungan konsumen yang lebih ketat.
Picu Perdebatan di Komunitas Gamer
Klaim mengenai Dynamic Pricing ini langsung memicu perdebatan di komunitas gamer. Banyak pemain menilai sistem tersebut bisa membuat harga game terasa tidak transparan, karena setiap pengguna berpotensi melihat harga yang berbeda.
Di sisi lain, ada juga yang menilai strategi ini hanyalah bentuk eksperimen pemasaran digital yang cukup umum di industri teknologi.
Hingga saat ini, Sony Interactive Entertainment sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim pengujian Dynamic Pricing tersebut. Namun jika benar diterapkan secara luas, sistem ini berpotensi mengubah cara pemain membeli game digital di PlayStation Store di masa depan.

