Turnamen DreamLeague Season 28 resmi memasuki fase paling krusial. Dua laga penentuan di babak Playoffs telah memastikan satu tim melaju ke Grand Final, sementara satu tiket terakhir masih diperebutkan di Final Lower Bracket.
Tundra Esports menjadi tim pertama yang mengamankan tempat di partai puncak. Di sisi lain, Team Liquid harus turun ke Final Lower Bracket dan akan menghadapi Aurora Gaming demi memperebutkan slot terakhir ke Grand Final.
Tundra Esports 2-0 Team Liquid: Dominasi Tanpa Cela
Di Final Upper Bracket, Tundra Esports tampil luar biasa saat berhadapan dengan Team Liquid. Seri berakhir cepat dengan kemenangan bersih 2-0, tanpa memberi banyak ruang bagi Liquid untuk berkembang.
Pada game pertama, Tundra menang telak dengan skor 45-14 dalam durasi 45 menit. Mereka sepenuhnya menguasai map, unggul jauh dalam ekonomi, serta mengontrol tempo permainan sejak fase early game.
Game kedua kembali berjalan dengan pola serupa. Liquid kesulitan menemukan momentum dan harus mengakui keunggulan Tundra setelah kalah 16-32 dalam waktu 38 menit. Eksekusi strategi yang rapi serta disiplin team fight menjadi pembeda utama.
Sosok yang paling bersinar dalam kemenangan ini adalah Pure~. Carry andalan Tundra tersebut mencatatkan KDA impresif 12.5 / 2.0 / 14.0, mendominasi kedua map dan menjadi pusat kekuatan ofensif timnya.
Kemenangan ini memastikan Tundra Esports langsung melaju ke Grand Final dan menunggu lawan dari Final Lower Bracket.
Aurora Gaming 2-1 Xtreme Gaming: Comeback Meyakinkan
Di semifinal Lower Bracket, Xtreme Gaming sempat membuka seri dengan kemenangan. Mereka mengamankan game pertama dengan skor 24-20 dalam durasi 39 menit, menunjukkan koordinasi team fight dan kontrol objektif yang solid.
Namun, Aurora Gaming berhasil bangkit di dua game berikutnya:
- Game kedua dimenangkan Aurora dengan skor 32-20
- Game penentuan berakhir dengan dominasi mutlak Aurora, menang 28-7 hanya dalam 29 menit
Keunggulan Aurora di fase mid-game menjadi kunci comeback. Disiplin eksekusi team fight serta pemanfaatan momentum membuat Xtreme Gaming tak mampu mengembangkan permainan.
Pemain paling menonjol dalam seri ini adalah Nightfall. Ia mencatatkan rata-rata KDA 9.7 / 2.3 / 11.4, berperan besar dalam menghasilkan damage krusial dan menjaga konsistensi positioning sepanjang laga.
Dengan hasil ini, Xtreme Gaming resmi tersingkir, sementara Aurora Gaming melangkah ke Final Lower Bracket.
Final Lower Bracket: Satu Tiket Terakhir ke Grand Final

Sorotan kini tertuju pada duel Final Lower Bracket antara Team Liquid dan Aurora Gaming. Liquid tentu ingin bangkit dan menjaga peluang juara tetap hidup, sementara Aurora datang dengan momentum positif usai comeback meyakinkan.
Siapa pun pemenangnya akan menantang Tundra Esports di Grand Final dalam pertarungan terakhir memperebutkan gelar juara DreamLeague Season 28.
Dengan total hadiah US$1 juta, turnamen ini semakin mendekati klimaks, dan persaingan di panggung tertinggi Dota 2 dunia kian memanas.

