Divisi gaming Microsoft tengah mengalami guncangan besar. Di tengah performa hardware Xbox yang terus menurun sepanjang 2025, perubahan ekstrem justru datang dari kursi pimpinan tertinggi. Phil Spencer resmi pensiun, sementara Sarah Bond memilih hengkang dari jabatannya.
Kabar ini pertama kali mencuat lewat laporan IGN, yang mengungkap pengumuman langsung dari CEO Microsoft, Satya Nadella. Dua sosok kunci yang selama ini menjadi wajah Xbox kini tak lagi berada di balik kemudi.
Akhir Era Phil Spencer di Xbox

Phil Spencer resmi mengakhiri karier panjangnya di Microsoft pada Senin, 23 Februari 2026. Total, ia telah mengabdi selama 38 tahun, dengan 12 tahun terakhir memimpin Xbox sebagai CEO Microsoft Gaming.
Meski terkesan mendadak, keputusan ini sebenarnya sudah disinyalir sejak tahun lalu. Spencer disebut telah menyampaikan niat pensiun kepada internal perusahaan, seiring perubahan besar yang terus terjadi di industri game dan strategi Microsoft secara keseluruhan.
Di bawah kepemimpinannya, Xbox sempat bangkit lewat ekspansi Game Pass dan akuisisi besar-besaran. Namun, dalam dua tahun terakhir, performa konsol dan arah bisnis hardware dinilai belum kembali stabil.
Asha Sharma Ambil Alih, Matt Booty Naik Peran

Posisi Phil Spencer kini diisi oleh Asha Sharma, yang sebelumnya memimpin divisi CoreAI Microsoft sejak 2024. Penunjukan ini langsung memunculkan kekhawatiran di kalangan gamer, terutama terkait potensi dominasi AI generatif dalam pengembangan game.
Menanggapi hal tersebut, Asha Sharma menegaskan komitmennya untuk tidak mengubah Xbox menjadi “pabrik konten AI tanpa jiwa”. Ia menyebut game sebagai karya seni yang harus tetap dikembangkan oleh kreativitas manusia, bukan sekadar produk instan berbasis algoritma.
Sementara itu, Matt Booty mendapat peran baru sebagai Chief Content Officer Microsoft Gaming, memperkuat kendali internal terhadap arah pengembangan studio dan IP Xbox ke depan.
Masa Depan Xbox di Persimpangan
Pergantian dua figur sentral secara bersamaan jelas bukan hal sepele. Di tengah tekanan pasar, ekspektasi pemain, serta perubahan arah industri menuju AI dan layanan digital, Xbox kini berada di titik krusial.
Apakah kepemimpinan baru mampu mengembalikan kepercayaan gamer dan menjaga keseimbangan antara teknologi, kreativitas, dan bisnis? Atau justru Xbox akan semakin menjauh dari identitas yang selama ini dibangun?
Yang jelas, era Phil Spencer telah resmi berakhir dan babak baru Xbox pun dimulai, dengan segala risiko dan harapan yang menyertainya.

