Valve Tanggapi Gugatan Jaksa Agung New York soal Loot Box di Counter-Strike 2

Raihan

March 13, 2026

Valve Corporation akhirnya memberikan tanggapan resmi terhadap gugatan yang diajukan oleh Letitia James, Jaksa Agung Negara Bagian New York. Gugatan tersebut menuduh Valve mempromosikan praktik perjudian melalui fitur loot box atau mystery box dalam game populer mereka, terutama Counter-Strike 2.

Kasus ini pertama kali diajukan pada Februari 2026 dan menjadi salah satu tekanan hukum terbaru yang dihadapi Valve terkait sistem monetisasi dalam game mereka.

Valve: Mystery Box Bukan Bentuk Perjudian

Dalam pernyataan resminya, Valve menyatakan tidak setuju dengan klaim yang diajukan oleh kantor Jaksa Agung New York.

Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah sejak awal 2023 untuk menjelaskan bagaimana sistem mystery box bekerja di dalam game mereka.

Valve menilai bahwa mekanisme seperti crates, cases, dan chests tidak berbeda jauh dengan konsep yang telah lama dikenal di dunia nyata. Menurut mereka, sistem tersebut mirip dengan:

  • paket kartu baseball koleksi
  • blind box atau blind bag
  • paket kartu koleksi yang dibuka secara acak

Model seperti ini telah digunakan selama beberapa generasi sebagai bagian dari aktivitas koleksi barang.

Item Loot Box Hanya Bersifat Kosmetik

Valve juga menegaskan bahwa item yang diperoleh dari mystery box tidak memberikan keuntungan dalam gameplay.

Seluruh item tersebut bersifat kosmetik, sehingga tidak memengaruhi performa pemain di dalam permainan. Dengan kata lain, pemain yang tidak membuka loot box tetap dapat bermain secara normal tanpa mengalami kerugian kompetitif.

Dalam pernyataannya, Valve juga menyebutkan bahwa sebagian besar pemain bahkan tidak membuka kotak tersebut dan hanya menikmati permainan seperti biasa.

Gugatan Ingin Hentikan Sistem Loot Box

Gugatan dari Letitia James sendiri bertujuan untuk:

  • menghentikan secara permanen fitur yang dianggap mempromosikan perjudian dalam game Valve
  • memaksa Valve mengembalikan keuntungan yang diperoleh dari sistem tersebut
  • menjatuhkan denda atas dugaan pelanggaran hukum perjudian di New York

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya perhatian regulator global terhadap praktik loot box dalam video game, yang oleh sebagian pihak dianggap memiliki kemiripan dengan mekanisme perjudian.

Valve Sudah Lakukan Penyesuaian di Beberapa Negara

Sebelumnya, Valve juga telah melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan untuk mematuhi regulasi di berbagai wilayah.

Salah satu perubahan terbaru terjadi pada awal Maret 2026 untuk Counter-Strike 2, di mana pemain yang berada di Jerman kini hanya dapat membuka container melalui sistem X-ray Scanner.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menyesuaikan dengan hukum lokal yang mengatur permainan berbasis peluang dan perjudian.

Keputusan Pengadilan Bisa Jadi Preseden Industri

Valve menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pengadilan akan menjadi pihak yang menentukan apakah praktik tersebut melanggar hukum atau tidak.

Perusahaan juga menyatakan bahwa mereka ingin pengguna memahami potensi dampak dari proses hukum ini, khususnya bagi pemain yang berada di wilayah New York.

Apabila kasus ini berlanjut hingga keputusan akhir, hasilnya berpotensi menjadi preseden penting bagi industri game global, terutama dalam menentukan bagaimana regulasi terhadap sistem loot box akan diterapkan di masa depan.

Leave a Comment

Optimized by Optimole