Nintendo Kena Denda Rp650 Miliar Gara-Gara Joy-Con Drift, Kontroversi yang Sudah Bertahun-tahun Akhirnya Makan Korban

Raihan

June 8, 2026

Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan para pemain Nintendo Switch di seluruh dunia, kasus Joy-Con Drift akhirnya kembali memakan korban. Kali ini, Nintendo harus menerima pukulan besar setelah regulator di Prancis menjatuhkan sanksi senilai sekitar US$40 juta atau lebih dari Rp650 miliar terkait penanganan masalah tersebut.

Keputusan ini menjadi babak terbaru dalam kontroversi Joy-Con Drift yang sudah menghantui Nintendo sejak peluncuran Switch pada tahun 2017.

Apa Itu Joy-Con Drift?

Bagi yang belum familiar, Joy-Con Drift adalah masalah pada controller Nintendo Switch yang menyebabkan analog bergerak sendiri meski pemain tidak sedang menyentuh stik.

Akibatnya, karakter bisa berjalan tanpa perintah, kamera bergerak sendiri, atau menu terus berpindah secara acak. Masalah ini telah memicu ribuan keluhan dari pemain di berbagai negara selama bertahun-tahun.

Nintendo Disebut Sudah Tahu Masalahnya Lebih Dulu

Menurut otoritas perlindungan konsumen Prancis, Nintendo sebenarnya sudah mengetahui adanya masalah pada Joy-Con jauh sebelum perusahaan mulai membahasnya secara terbuka pada tahun 2020.

Regulator menilai Nintendo gagal memberikan informasi yang jelas kepada konsumen terkait potensi kerusakan tersebut dalam periode 2018 hingga 2023.

Hal inilah yang menjadi dasar utama pemberian sanksi terhadap Nintendo of Europe.

Banyak Pemain Diduga Terlanjur Beli Controller Baru

Salah satu poin yang paling disorot dalam penyelidikan adalah kemungkinan banyak konsumen yang membeli Joy-Con baru karena tidak mengetahui bahwa masalah tersebut bisa diperbaiki.

Regulator berpendapat bahwa kurangnya informasi dari Nintendo berpotensi membuat pemain mengeluarkan uang tambahan untuk membeli controller pengganti daripada menghubungi layanan perbaikan resmi.

Sebagai bagian dari penyelesaian kasus ini, Nintendo of Europe dikabarkan setuju membayar sekitar US$40 juta dan diwajibkan mempublikasikan pemberitahuan resmi terkait keputusan tersebut di situs Nintendo wilayah Prancis.

Kontroversi Joy-Con Drift Sudah Berlangsung Sejak 2017

Kasus Joy-Con Drift bukanlah masalah baru bagi Nintendo.

Sejak Nintendo Switch pertama kali dirilis, keluhan mengenai analog yang rusak telah memicu berbagai tuntutan hukum, investigasi konsumen, hingga program perbaikan gratis di sejumlah negara.

Pada tahun 2023, Nintendo bahkan memperluas layanan perbaikan Joy-Con di wilayah Eropa. Program tersebut memungkinkan controller yang mengalami drift diperbaiki secara gratis meskipun masa garansinya sudah habis.

Masalah Lama yang Belum Benar-Benar Hilang

Meski Nintendo telah menyediakan layanan perbaikan dan melakukan beberapa revisi pada hardware Switch selama bertahun-tahun, Joy-Con Drift tetap menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah konsol tersebut.

Denda yang dijatuhkan oleh regulator Prancis ini menunjukkan bahwa dampak dari masalah tersebut masih terus berlanjut hingga sekarang, hampir satu dekade setelah Nintendo Switch pertama kali hadir di pasaran.

Bagi banyak pemain, keputusan ini dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban atas salah satu masalah hardware paling terkenal dalam industri game modern.

Leave a Comment

Optimized by Optimole