Sutradara di balik Blood West kembali dengan proyek terbarunya. Bertajuk Bloodwoven, game ini menghadirkan perpaduan survival, FPS, dan eksplorasi dalam dunia yang benar-benar tidak biasa, di mana pemain harus bertahan hidup di atas tubuh dewa raksasa yang telah membusuk.
Dikembangkan oleh Hyperstrange, Bloodwoven menjadi proyek baru dari sosok yang sebelumnya menggarap Blood West, salah satu game FPS indie bertema western-horor yang mendapat banyak pujian sejak rilis pada 2023.
Dunia aneh di atas jasad dewa raksasa
Sekilas, dunia Bloodwoven tampak seperti wilayah bersalju biasa. Namun sebenarnya, seluruh area permainan merupakan jasad dewa raksasa yang telah mati dan membusuk.
Pemain berperan sebagai anggota suku yang lahir dari kapsul darah raksasa. Sayangnya, sesuatu telah terjadi pada kapsul tersebut sehingga alih-alih melahirkan manusia, mereka justru memunculkan makhluk-makhluk mengerikan yang menjadi ancaman utama di dunia game.
Konsep ini menjadi fondasi cerita sekaligus dunia yang akan dijelajahi pemain sepanjang permainan.
Ekosistem hidup yang terus berubah
Salah satu fitur paling menarik dari Bloodwoven adalah ekosistem yang sepenuhnya disimulasikan.
Berbagai hewan akan berkeliaran dan saling memangsa, termasuk menyerang pemain bila diperlukan. Selain satwa liar, terdapat pula sejumlah suku dengan budaya, kebiasaan, dan tujuan yang berbeda-beda.
Setiap kelompok akan bereaksi terhadap tindakan pemain, sehingga keputusan yang diambil dapat memengaruhi hubungan dengan berbagai faksi di dalam dunia permainan.
Bertahan hidup dari dingin hingga memanjat gunung
Sebagai game survival, pemain juga harus mengelola berbagai kebutuhan dasar.
Selain mencari makanan, suhu tubuh menjadi faktor penting. Pemain perlu mengenakan pakaian hangat, membuat api unggun, menyeduh minuman panas, hingga menghindari air es agar tidak mengalami hipotermia.
Eksplorasi juga menjadi salah satu fokus utama. Bloodwoven menghadirkan sistem panjat ala Peak yang memungkinkan pemain memanjat hampir semua gunung selama memiliki stamina yang cukup.
Tentu saja, setiap pendakian harus dipersiapkan dengan matang karena berbagai ancaman dapat menunggu di puncaknya.
Belum memiliki tanggal rilis
Hingga saat ini, Hyperstrange belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi untuk Bloodwoven.
Meski begitu, trailer perdana yang telah dirilis memperlihatkan perpaduan survival, eksplorasi, dan horor yang unik, membuat game ini berpotensi menjadi penerus spiritual Blood West dengan skala yang lebih besar dan konsep yang jauh lebih nyeleneh. Para penggemar diperkirakan baru bisa mencobanya pada tahun depan.

