
Peringatan Hari Game Indonesia (HARGAI) ke-10 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Garuda Sparks Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, menjadi panggung pembuktian pesatnya perkembangan industri gim tanah air.
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, secara langsung mengapresiasi karya-karya talenta lokal sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal gim Indonesia agar tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.
Perayaan satu dekade HARGAI ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara Kementerian Ekraf, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Disparekraf DKI Jakarta, Asosiasi Game Indonesia (AGI), serta Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).
Subsektor Gim Naik 18,22%: Dari Bandara Soekarno-Hatta Hingga Panggung Global

Dalam sesi panel remarks, Menekraf mengungkapkan data menggembirakan mengenai laju pertumbuhan industri gim nasional yang mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim meningkat 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu pertumbuhan ini menjadi sangat signifikan dengan menyerap tenaga kerja yang didukung program dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan investasi. Pendekatan yang dibutuhkan yaitu melalui kolaborasi Pemerintah dan stakeholder dalam mengakselerasi dan mengkomersialisasi dengan baik sehingga semakin banyak gim-gim Indonesia yang masuk ke pasar global.”
— Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif / Kepala Bekraf
Untuk memperluas pemasaran, Kementerian Ekraf telah meluncurkan berbagai inisiatif promosi. Salah satunya adalah menghadirkan Games Corner yang menampilkan 9 gim lokal di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Selain itu, sebanyak 10 gim lokal juga diboyong ke ajang Gameseed untuk membuka jalur distribusi di tingkat global.
AGI: “Indonesia Bukan Cuma Memainkan, Tapi Juga Membuat Gim”
Senada dengan semangat pemerintah, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menekankan pentingnya membangun ekosistem gim yang sehat dan suportif bagi para pengembang (developer) lokal. Menurutnya, mengapresiasi karya lokal berarti memberikan ruang untuk tumbuh, belajar dari kegagalan, dan bersaing secara objektif berdasarkan kualitas.
“Indonesia bukan hanya negara yang memainkan, tapi menjadi negara yang membuat gim. Ekosistem gim yang sehat tentu harus dibangun untuk tumbuh bersama. Menghargai berarti memberikan kesempatan untuk mencoba, kesempatan untuk menemukan, kesempatan untuk gagal, kesempatan untuk belajar, dan paling penting kesempatan bagi karya Indonesia untuk bersaing berdasarkan kualitasnya.”
— Shafiq Husein, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI)
Unjuk Gigi 15 Studio Gim dan 5 Board Game Lokal di FX Sudirman

Dalam peninjauan langsung di lokasi acara, Menekraf bersama jajaran pejabat Komdigi dan Kemendag menyambangi 15 studio gim serta 5 pengembang board game yang memamerkan karya terbaik anak bangsa.
Gelaran HARGAI 2026 juga didukung oleh raksasa industri seperti Dream Forge Creation, Lyto GOCpay, UniPin, Garena, hingga Apple Developer Institute for Games. Kehadiran para pelaku industri ini memperkuat sinergi antara developer, publisher, media, content creator, hingga masyarakat umum demi menciptakan ekosistem gim yang kompetitif dan inovatif.
Dengan fondasi kolaborasi yang makin kokoh, HARGAI 2026 menjadi momentum penting dalam menyongsong dekade kedua industri gim Indonesia menuju panggung dunia!

