Konsol generasi berikutnya dari Sony kembali menjadi perbincangan. Kali ini, sebuah bocoran menyebut bahwa biaya produksi (Bill of Materials/BOM) PlayStation 6 diperkirakan sudah menyentuh US$960, memicu spekulasi bahwa harga jualnya nanti bisa jauh lebih mahal dibanding PS5 saat pertama kali dirilis.
Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh hardware leaker KeplerL2 melalui forum NeoGAF. Meski belum dikonfirmasi secara resmi oleh Sony, KeplerL2 dikenal memiliki rekam jejak yang cukup akurat dalam membocorkan informasi seputar perangkat keras.
Biaya Produksi PS6 Naik Drastis
Dalam laporan terbarunya, KeplerL2 menyebut estimasi biaya komponen PlayStation 6 kini meningkat sekitar US$200 dibanding perkiraan sebelumnya.
Artinya, total biaya material yang dibutuhkan untuk merakit satu unit PS6 kini diperkirakan mencapai US$960, atau sekitar Rp15,6 juta (kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS).
Angka tersebut hanya mencakup biaya komponen dan belum termasuk ongkos produksi, distribusi, pemasaran, maupun biaya operasional lainnya.
Harga PS6 Diprediksi Bisa Tembus US$900
Berbeda dengan PC gaming, konsol umumnya dijual dengan margin keuntungan yang sangat tipis, bahkan terkadang merugi.
Sony biasanya mengandalkan pemasukan dari penjualan game digital, langganan PlayStation Plus, hingga berbagai layanan lain untuk menutup biaya produksi perangkat kerasnya.
Namun, dengan biaya material yang hampir mencapai US$1.000, banyak pihak memperkirakan harga PlayStation 6 saat peluncuran bisa berada di kisaran US$900 hingga US$1.000. Jika benar, angka tersebut lebih dari dua kali lipat harga PS5 saat meluncur pada 2020.
Krisis Memori Jadi Penyebab Utama
Lonjakan biaya ini disebut dipengaruhi oleh krisis pasokan memori yang masih berlangsung.
Permintaan besar dari industri AI dan pusat data membuat harga RAM serta NAND Flash terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya tidak hanya dirasakan produsen PC, tetapi juga smartphone, SSD, hingga konsol game.
Bahkan sebelumnya sejumlah perusahaan teknologi juga telah mengumumkan kenaikan harga produk akibat mahalnya komponen memori.
Sony Dihadapkan pada Dilema
Situasi ini membuat Sony berada dalam posisi yang cukup sulit.
Jika perusahaan tetap mengikuti siklus peluncuran konsol setiap lima hingga enam tahun, maka PlayStation 6 kemungkinan akan hadir ketika harga komponen masih berada di level tinggi.
Di sisi lain, menunda peluncuran terlalu lama juga bukan solusi ideal. Pengembangan perangkat keras baru harus terus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dari kompetitor.
Karena itu, banyak analis menilai Sony kemungkinan tetap akan meluncurkan PS6 sesuai jadwal, meski harus menerima biaya produksi yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.
Meski demikian, perlu diingat bahwa seluruh informasi mengenai biaya produksi dan prediksi harga PlayStation 6 saat ini masih sebatas bocoran. Sony sendiri hingga kini belum mengungkap spesifikasi, harga, maupun jadwal peluncuran resmi konsol generasi berikutnya.

