Roblox tengah berusaha memindahkan sebuah gugatan kematian yang diajukan seorang ibu ke proses arbitrase. Alasannya cukup kontroversial: perusahaan mengklaim putrinya sudah menyetujui ketentuan Roblox ketika masih berusia 8 tahun, termasuk klausul yang disebut mengharuskannya melepas hak atas persidangan juri.
Gugatan tersebut diajukan Jaimee Seitz setelah putrinya, Audree Heine, meninggal dunia akibat bunuh diri pada Desember 2024, sekitar satu minggu setelah ulang tahunnya yang ke-13.
Dalam gugatan, Seitz menuduh Audree terpapar komunitas online yang mengagungkan kekerasan, self-harm, dan pelaku penembakan massal melalui Roblox. Interaksi tersebut kemudian disebut berlanjut di Discord dan TikTok.
Roblox Klaim Audree Menyetujui Ketentuan Sebanyak 28 Kali
Seperti dilaporkan The Courier Journal, Roblox mengajukan permohonan untuk memaksa proses arbitrase pada 7 Agustus di Pengadilan Distrik AS untuk Eastern District of Kentucky.
Dalam pengajuannya, Roblox mengatakan Audree dan keluarganya telah melepaskan hak untuk membawa perkara ke persidangan sebanyak setidaknya 28 kali melalui aktivitas yang terkait dengan akun Roblox miliknya.
Roblox merinci angka tersebut sebagai berikut:
- Pembuatan akun Roblox.
- Enam kali menyetujui pembaruan Terms of Use.
- Dua kali menggunakan atau menukarkan kartu hadiah Roblox.
- 19 kali melakukan pembelian mata uang virtual Robux.
Pengacara Roblox berpendapat bahwa ketentuan perusahaan sudah dijelaskan dengan jelas dan Audree berulang kali menunjukkan persetujuannya.
Masalahnya, persetujuan pertama tersebut dilakukan ketika Audree masih berusia 8 tahun.
Keluarga Menilai Anak 8 Tahun Tak Memahami Kontrak Arbitrase
Seitz membantah argumen Roblox dan mengatakan bahwa putrinya masih terlalu kecil untuk memahami apa itu arbitrase, kontrak, maupun konsekuensi hukum dari menyetujui Terms of Use.
Pihak keluarga bahkan sudah mengantisipasi persoalan tersebut sejak gugatan pertama kali diajukan pada Oktober 2025. Dalam dokumen gugatan, mereka menyatakan Audree masih merupakan anak di bawah umur ketika menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut dan karena itu mempertanyakan apakah ia memiliki kapasitas hukum untuk membuat perjanjian yang mengikat.
Seitz juga telah menyatakan tidak mengakui kontrak apa pun yang diklaim dibuat oleh putrinya, termasuk klausul arbitrase, atas nama harta peninggalan Audree.
Sampai saat ini, hakim belum memutuskan apakah perjanjian arbitrase Roblox dapat diberlakukan terhadap Audree maupun keluarganya. Jadi, posisi Roblox tersebut masih berupa argumen dalam permohonan mereka dan belum menjadi keputusan pengadilan.
Discord Juga Mengajukan Argumen Serupa
Roblox bukan satu-satunya platform yang menghadapi persoalan tersebut. Discord juga disebut mengajukan pembelaan serupa dengan mengatakan Audree telah menyetujui ketentuannya setidaknya lima kali.
Discord juga menyatakan bahwa Audree memasukkan tanggal lahir orang dewasa ketika membuat akun, meskipun saat itu sebenarnya baru berusia 8 tahun. Perusahaan sendiri menetapkan usia minimum pengguna sebesar 13 tahun.
Sementara itu, TikTok yang kemudian ikut menjadi tergugat, membantah bahwa platformnya secara langsung menyebabkan kematian Audree.
Roblox Sedang Menghadapi Sorotan Besar soal Keamanan Anak
Kasus ini muncul ketika Roblox menghadapi tekanan yang lebih luas terkait keamanan anak di platformnya.
Sebelumnya, Roblox dilaporkan berusaha memindahkan lebih dari 150 kasus federal yang berkaitan dengan dugaan eksploitasi dan bahaya terhadap anak ke proses arbitrase.
Perusahaan juga mendapat sorotan dari Kongres AS. Pada 13 Agustus, Senator Josh Hawley dan Dick Durbin mengumumkan bahwa Subkomite Senat untuk Kejahatan dan Kontraterorisme membuka penyelidikan terhadap masalah keamanan anak di Roblox.
Mereka menyoroti data yang menunjukkan Roblox mengirimkan 65.381 laporan dugaan eksploitasi seksual anak kepada National Center for Missing & Exploited Children sepanjang 2025.
Untuk saat ini, pertarungan hukum utama masih berpusat pada satu pertanyaan: apakah persetujuan terhadap ketentuan layanan yang dilakukan ketika seseorang masih berusia 8 tahun dapat digunakan untuk mencegah keluarganya mendapatkan persidangan di pengadilan?
Keputusan hakim nantinya bisa menjadi penting, bukan hanya untuk kasus Audree, tetapi juga bagi banyak perkara lain yang melibatkan anak-anak pengguna platform digital.

