Harga kartu grafis yang belakangan sudah bikin dompet gamer menjerit ternyata masih berpotensi naik lebih tinggi. Salah satu produsen kartu grafis terbesar di dunia, PC Partner, memperingatkan bahwa pasokan GPU kemungkinan akan semakin ketat dalam beberapa bulan ke depan.
PC Partner sendiri merupakan perusahaan di balik sejumlah merek kartu grafis seperti Zotac, Inno3D, dan Manli. Karena perusahaan ini memiliki skala produksi yang besar, peringatan mengenai berkurangnya pasokan GPU menjadi sesuatu yang cukup serius untuk diperhatikan.
Yang lebih mengkhawatirkan, dampaknya diperkirakan tidak hanya mengenai kartu grafis kelas atas.
GPU Kelas Entry-Level Justru Bisa Kena Dampak Terbesar
Menurut laporan yang mengutip pernyataan PC Partner, kelangkaan komponen dapat membuat GPU kelas entry-level ikut mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.
Selama beberapa bulan terakhir, kartu Nvidia dengan VRAM 8 GB memang relatif tidak mengalami lonjakan harga separah model dengan kapasitas VRAM lebih besar. Namun kondisi tersebut bisa segera berubah apabila pasokan semakin terbatas.
Laporan Benchlife yang membahas pernyataan PC Partner juga menyebutkan bahwa pasokan GPU Nvidia RTX berbasis arsitektur Blackwell pada kuartal ketiga 2026 sudah lebih rendah dibandingkan kuartal kedua. Bahkan, jumlah pasokan pada akhir tahun diperkirakan akan kembali turun.
Artinya, masalahnya bukan sekadar harga memori yang semakin mahal.
Bukan Cuma GPU dan VRAM yang Mengalami Kelangkaan
Salah satu hal yang membuat situasi ini semakin rumit adalah banyaknya komponen lain yang ikut mengalami masalah pasokan.
Permintaan besar dari industri data center dan AI memang menjadi salah satu faktor utama yang membebani rantai pasok GPU serta memori. Namun menurut laporan tersebut, PCB dan komponen power untuk kartu grafis juga memiliki waktu produksi yang lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan demikian, sekalipun masalah pasokan VRAM berhasil mereda, produsen kartu grafis masih bisa menghadapi hambatan dari komponen lainnya.
Dampaknya tentu berpotensi diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga jual yang lebih tinggi.
RTX 5050 Seharga $500 Bukan Lagi Sekadar Candaan?
Kondisi pasar saat ini memang sudah cukup ekstrem. RTX 5060 Ti 16 GB dan RTX 5070 bahkan disebut sudah berada di kisaran US$800 di tengah kenaikan harga GPU.
Jika kartu kelas menengah saja sudah menyentuh angka tersebut, kekhawatiran bahwa GPU entry-level ikut terdorong naik bukan sesuatu yang bisa sepenuhnya diabaikan.
Bahkan, bukan tidak mungkin kita nantinya melihat RTX 5050 dibanderol sekitar US$500 jika tekanan pasokan terus berlanjut.
Tentu saja, harga setinggi itu hanya akan bertahan apabila masih ada konsumen yang bersedia membelinya. Namun dengan kondisi pasar GPU saat ini, kemungkinan tersebut terasa semakin tidak masuk akal sekaligus mengkhawatirkan.
AMD Juga Bisa Ikut Terdampak
Masalah ini juga berpotensi menimpa kartu grafis AMD, jadi gamer tidak bisa sekadar berharap Radeon menjadi jalan keluar.
PC Partner tidak hanya memproduksi kartu GeForce. Perusahaan tersebut juga merupakan contract manufacturer untuk Sapphire, salah satu produsen kartu grafis AMD terbesar.
Artinya, apabila sebagian masalah pasokan memang berasal dari PCB, komponen daya, atau bagian lain yang digunakan oleh berbagai GPU, kartu Radeon juga bisa terkena dampaknya.
Selama ini GPU AMD RX 9000 memang relatif tidak mengalami lonjakan harga separah beberapa kartu GeForce, meski sejumlah model juga sempat mengalami kenaikan setelah peluncuran.
Namun jika pasokan keseluruhan semakin terbatas, pilihan GPU dengan harga masuk akal untuk gamer PC bisa semakin sedikit.
Dan kalau situasi tersebut benar-benar terjadi, upgrade PC pada 2026 mungkin bukan lagi soal memilih GPU mana yang paling worth it, melainkan soal mencari kartu grafis yang masih bisa dibeli tanpa menjual ginjal.

