Penjualan CPU Desktop AMD dan Intel Anjlok, Ryzen Masih Sedikit Lebih Kuat

Raihan

August 24, 2026

Penjualan prosesor desktop dari AMD dan Intel ternyata sedang mengalami penurunan cukup tajam. Meski begitu, AMD masih berada dalam posisi yang sedikit lebih baik karena penurunannya tidak separah Intel.

Menurut lembaga riset pasar Mercury Research, pengiriman CPU desktop pada kuartal kedua 2026 mengalami penurunan setelah sebelumnya juga melemah pada kuartal pertama. Secara tahunan, pengiriman CPU desktop bahkan turun lebih dari 20%.

Menariknya, kondisi tersebut terjadi ketika pasar CPU secara keseluruhan justru mengalami pertumbuhan. Pengiriman prosesor untuk server dan laptop berbasis x86 maupun ARM meningkat cukup kuat, sehingga mampu menutupi penurunan di segmen desktop.

AMD kehilangan penjualan, tapi pangsa pasarnya justru naik

Mercury Research menyebut AMD dan Intel sama-sama mengalami pelemahan signifikan dalam pengiriman CPU desktop secara tahunan. Namun, AMD mengalami penurunan yang relatif lebih kecil.

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, penurunan AMD juga jauh lebih kecil daripada Intel. Hasilnya, AMD berhasil meningkatkan pangsa pasarnya di segmen CPU desktop, baik secara kuartalan maupun tahunan, meskipun jumlah prosesor yang dikirim tetap turun.

Sederhananya, AMD memang ikut kehilangan penjualan, tetapi Intel kehilangan lebih banyak. Akibatnya, persentase pangsa pasar AMD meningkat ketika pasar desktop secara keseluruhan justru menyusut.

Harga RAM dan komponen PC ikut memengaruhi

Penurunan ini kemungkinan tidak hanya disebabkan oleh orang yang berhenti membeli prosesor secara terpisah. Banyak CPU desktop dikirim ke produsen PC dan system builder untuk digunakan dalam komputer pre-built.

Artinya, melemahnya pengiriman CPU juga bisa menjadi tanda bahwa semakin sedikit orang yang membeli atau melakukan upgrade PC secara keseluruhan.

Masalahnya, upgrade PC sekarang semakin sulit dilakukan karena harga komponen lain ikut meningkat. RAM dan storage menjadi salah satu beban terbesar akibat tingginya permintaan dari industri AI dan server.

Jadi, meskipun harga CPU relatif stabil, konsumen tetap harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk motherboard, RAM, storage, dan komponen lainnya ketika membangun atau meng-upgrade PC.

Pasar PC memang sedang menghadapi tekanan

Kondisi ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menunjukkan bahwa pengiriman PC global juga mengalami penurunan. Produsen memang masih bisa mempertahankan pendapatan dengan menaikkan harga, tetapi permintaan konsumen tetap menunjukkan pelemahan.

Situasinya juga tidak terbatas pada PC. Counterpoint Research memperkirakan pasar smartphone global akan mengalami penurunan sekitar 14,3% sepanjang 2026 akibat tekanan biaya komponen.

Dengan kebutuhan industri AI yang terus menyerap kapasitas produksi memori dan komponen lainnya, tekanan terhadap harga perangkat elektronik tampaknya masih belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Intinya: AMD dan Intel sama-sama mengalami penurunan pengiriman CPU desktop, tetapi AMD berhasil bertahan sedikit lebih baik sehingga pangsa pasarnya meningkat. Masalah yang lebih besar justru ada di pasar PC secara keseluruhan: harga RAM, storage, dan komponen lain yang semakin mahal membuat konsumen semakin enggan melakukan upgrade.

Leave a Comment

Optimized by Optimole