AI Clone Suara 63 Karakter Genshin Impact, Perusahaan Didenda Rp1,7 Miliar

Raihan

September 11, 2026

Penggunaan AI untuk meniru suara karakter game kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah perusahaan penyedia layanan AI di China harus membayar 750.000 yuan atau sekitar US$112.000 (Rp1,7 miliar) kepada miHoYo setelah terbukti menggunakan suara dari 63 karakter Genshin Impact tanpa izin.

Putusan tersebut dikeluarkan oleh Pudong New Area People’s Court di Shanghai pada 10 September 2026. Kasus ini menjadi salah satu contoh terbaru ketika pengembang game berhasil mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang memanfaatkan teknologi AI untuk meniru aset suara dari karakter mereka.

63 Suara Karakter Genshin Impact Dipakai sebagai Voice Pack

Perusahaan AI yang identitasnya tidak dipublikasikan diketahui menawarkan layanan yang memungkinkan pengguna mengganti suara mereka dengan suara karakter tertentu secara real-time ketika sedang berbicara.

Masalahnya, layanan tersebut menggunakan suara dari 63 karakter Genshin Impact dan menjual hasilnya sebagai voice pack.

Tidak hanya suara, miHoYo juga menuduh perusahaan tersebut menggunakan berbagai aset Genshin Impact untuk kepentingan promosi. Beberapa di antaranya berupa artwork dan animasi karakter yang kemudian dimodifikasi untuk digunakan sebagai avatar.

Pengguna bahkan dapat mendengarkan preview dialog yang berasal dari karakter Genshin Impact sebelum membeli voice pack tersebut.

Perusahaan AI Klaim Hak Suara Ada di Pengisi Suara

Dalam persidangan, pihak perusahaan AI berusaha membantah tuduhan tersebut. Mereka berargumen bahwa model AI yang digunakan hanya menghasilkan suara berdasarkan materi yang dimasukkan oleh pengguna.

Perusahaan tersebut juga berpendapat bahwa hak atas suara seharusnya berada pada voice actor, bukan miHoYo sebagai pengembang Genshin Impact.

Namun, argumen tersebut tidak berhasil meyakinkan pengadilan.

Analisis voiceprint yang dilakukan dalam kasus ini menunjukkan bahwa suara hasil kloning memiliki karakteristik yang hampir identik dengan suara asli karakter. Perusahaan tersebut juga mengakui bahwa mereka melatih model AI menggunakan sekitar satu menit rekaman audio karakter yang diperoleh tanpa izin.

Pengadilan Nilai Suara Karakter Punya Identitas Komersial

Pengadilan akhirnya menilai penggunaan tersebut bukan sekadar eksperimen teknologi AI.

Desain karakter Genshin Impact dianggap sebagai karya yang dilindungi hak cipta. Sementara itu, suara khas karakter yang telah digunakan dan dibangun selama bertahun-tahun dinilai memiliki identitas komersial yang kuat.

Karena itu, kasus tersebut juga masuk ke ranah persaingan usaha tidak sehat.

Perusahaan terkait kemudian diperintahkan untuk segera menghentikan penggunaan materi tersebut dan membayar kompensasi sebesar 750.000 yuan kepada miHoYo.

Putusan ini menjadi kemenangan penting bagi pengembang game di tengah semakin maraknya teknologi AI voice cloning yang mampu meniru suara manusia maupun karakter fiksi dengan tingkat kemiripan tinggi.

AI Voice Cloning Makin Jadi Perdebatan di Industri Game

Kasus Genshin Impact bukan satu-satunya kontroversi mengenai teknologi tersebut. Sebelumnya, sejumlah pengisi suara di industri game dan anime juga telah menyuarakan kekhawatiran mengenai penggunaan AI untuk menggantikan atau meniru suara mereka.

Dengan semakin mudahnya teknologi cloning menghasilkan suara yang sangat mirip dengan sumber aslinya, persoalan mengenai hak cipta, hak pengisi suara, serta kepemilikan identitas suara diperkirakan bakal semakin sering muncul.

Putusan di Shanghai ini setidaknya menunjukkan bahwa penggunaan AI bukan berarti perusahaan bisa bebas mengambil suara karakter atau aset digital yang sudah memiliki nilai komersial.

Bagi industri game, keputusan tersebut juga bisa menjadi preseden penting ketika pengembang menghadapi layanan AI yang menggunakan suara karakter mereka untuk mendapatkan keuntungan tanpa izin.

Leave a Comment

Optimized by Optimole