Setelah lebih dari satu dekade menunggu, Blizzard akhirnya mengumumkan game StarCraft baru dalam ajang BlizzCon 2026. Namun, comeback franchise legendaris ini hadir dengan kejutan besar karena Blizzard tidak membuatnya sebagai game RTS seperti seri sebelumnya.
Game tersebut untuk sementara hanya memiliki judul StarCraft dan dikembangkan sebagai sebuah open-world shooter. Blizzard menargetkan game ini untuk meluncur pada 2030.
Pengumuman tersebut sekaligus menjadi tanda kembalinya franchise StarCraft setelah cukup lama berada dalam kondisi vakum.
Bukan RTS, Melainkan Open-World Shooter
Selama ini StarCraft identik dengan genre real-time strategy. StarCraft 2 menjadi seri utama terakhir yang mendapatkan ekspansi besar melalui Legacy of the Void pada 2015.
Kini, Blizzard mencoba pendekatan yang jauh berbeda.
Alih-alih mengembangkan StarCraft 3 sebagai RTS, proyek terbaru ini akan membawa pemain ke dunia StarCraft melalui perspektif shooter dengan dunia open world.
Sayangnya, Blizzard belum memperlihatkan gameplay apa pun dalam pengumuman tersebut. Detail mengenai mekanisme permainan, karakter yang akan dimainkan, hingga struktur dunia open world-nya juga masih sangat terbatas.
Dengan target rilis yang masih empat tahun lagi, pemain kemungkinan harus menunggu cukup lama sebelum bisa melihat wujud sebenarnya dari proyek tersebut.
StarCraft Sempat Vakum Selama Bertahun-tahun
Kembalinya StarCraft sebenarnya sudah lama dinantikan komunitas. Blizzard menghentikan pengembangan konten berbayar baru untuk StarCraft 2 pada 2020 dan sejak saat itu franchise tersebut tidak lagi mendapatkan game utama baru.
Meski demikian, Blizzard beberapa kali memberikan sinyal bahwa mereka belum meninggalkan IP tersebut.
Pada 2023, mantan Presiden Blizzard Mike Ybarra bahkan menyebut StarCraft memiliki potensi yang sangat besar ketika seorang streamer meminta Blizzard membuat game baru.
Mantan bos Xbox Phil Spencer juga sebelumnya terang-terangan mengungkapkan kecintaannya terhadap StarCraft dan keinginannya untuk menghidupkan kembali franchise tersebut setelah Microsoft mengakuisisi Activision Blizzard.
Kini, keinginan tersebut akhirnya mulai terwujud, meskipun bentuknya jauh dari ekspektasi sebagian penggemar.
Bukan Pertama Kali StarCraft Keluar dari Genre RTS
Blizzard sebenarnya sudah pernah mencoba membawa StarCraft ke genre berbeda.
Pada 2002, Blizzard mengumumkan StarCraft: Ghost, sebuah game third-person stealth yang menempatkan pemain dalam pengalaman aksi langsung, bukan strategi real-time.
Sayangnya, proyek tersebut mengalami berbagai masalah selama pengembangan dan akhirnya dibatalkan.
Dengan hadirnya game StarCraft baru sebagai open-world shooter, Blizzard kembali mencoba membawa franchise ini keluar dari zona nyaman RTS.
Bedanya, kali ini proyek tersebut benar-benar sudah diumumkan secara resmi dan memiliki target peluncuran.
StarCraft Baru Hadir di Xbox
Untuk saat ini, Blizzard baru mengonfirmasi bahwa StarCraft akan dirilis di Xbox console. Belum banyak informasi mengenai platform lainnya yang tersedia.
Gameplay juga belum diperlihatkan sehingga masih terlalu dini untuk mengetahui apakah pendekatan open-world shooter ini mampu mempertahankan identitas khas StarCraft.
Yang jelas, penggemar harus bersabar. Dengan target rilis pada 2030, perjalanan menuju game StarCraft baru ini masih cukup panjang.
Setelah bertahun-tahun hanya menjadi kenangan bagi penggemar RTS, Blizzard akhirnya kembali membuka babak baru untuk StarCraft. Pertanyaannya sekarang adalah apakah komunitas akan menerima franchise ini dalam bentuk yang sama sekali berbeda.

