Super Smash Bros Jadi Battle Royale, 45 Karakter Nintendo Saling Tembak di Pulau

Raihan

September 12, 2026

Super Smash Bros kembali mendapat sentuhan unik dari penggemar. Kali ini, game fighting milik Nintendo tersebut diubah menjadi sebuah battle royale yang mempertemukan 45 karakter dalam sebuah pulau penuh senjata.

Proyek fan-made bernama Super Smash Royale dibuat oleh developer bernama Rishi dan bisa dimainkan langsung melalui browser. Alih-alih saling mengalahkan dengan serangan khas masing-masing karakter, para fighter justru harus mencari senjata dan bertahan hidup hingga menjadi pemain terakhir.

45 Fighter Turun ke Pulau

Super Smash Royale mengambil karakter dari era Super Smash Bros. Melee dan Super Smash Bros. Brawl. Total ada 45 fighter yang bisa dimainkan, termasuk nama-nama populer seperti Mario, Link, Pikachu, Sonic, Kirby, Snake, hingga Mewtwo.

Pertandingannya bisa diikuti hingga 32 pemain sekaligus. Pemain dapat bermain sendirian maupun membuat private lobby untuk bermain bersama teman.

Konsep gameplay-nya cukup berbeda dari Smash Bros pada umumnya. Karakter akan menjelajahi sebuah pulau untuk mencari berbagai perlengkapan sebelum area permainan secara perlahan menyempit akibat badai.

Senjata yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari assault rifle, shotgun, sniper rifle, hingga senjata lainnya yang tersebar di berbagai lokasi. Selain senjata, pemain juga bisa menemukan item penyembuh dan shield untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.

Game ini juga mendukung penggunaan controller, sehingga pemain tidak harus mengandalkan keyboard dan mouse untuk bermain.

Dibuat dalam Hitungan Hari dengan Bantuan AI

Yang cukup menarik, Rishi mengklaim Super Smash Royale dibuat hanya dalam beberapa hari. Dalam proses pengembangannya, ia memanfaatkan sejumlah tool seperti GPT-6 Astra, ElevenLabs, Meshy AI, Blender, dan Three.js.

Rishi memperkenalkan proyek tersebut melalui X dan menyebutnya sebagai salah satu karya terbaik yang pernah ia buat.

Meski menggunakan karakter serta konsep yang sangat dekat dengan franchise Nintendo, Super Smash Royale disebut sebagai proyek fan-made non-komersial. Situs game tersebut juga memberikan keterangan bahwa seluruh intellectual property tetap menjadi milik pemegang hak masing-masing.

Namun, disclaimer tersebut tetap tidak menghentikan kekhawatiran komunitas mengenai kemungkinan reaksi Nintendo.

Komunitas: “Ini Minta Dituntut”

Sebagian pemain langsung bercanda bahwa Rishi seperti sengaja mencari masalah dengan membuat proyek tersebut. Salah satu komentar bahkan menyebutnya sebagai proyek yang “meminta untuk dituntut”, mengingat Nintendo dikenal cukup agresif dalam menangani proyek fan-made yang dianggap melanggar hak kekayaan intelektual mereka.

Di sisi lain, tidak sedikit yang justru memuji hasil akhirnya. Beberapa pemain menganggap konsep battle royale tersebut keren, meskipun ada juga kritik terhadap penggunaan senjata api.

Menurut sebagian pemain, akan lebih menarik jika setiap karakter tetap bisa menggunakan signature ability mereka masing-masing. Dengan begitu, Mario, Link, Pikachu, Sonic, dan fighter lainnya tidak hanya terasa seperti karakter berbeda yang menggunakan senjata yang sama.

Ada pula pemain yang mengusulkan konsep berbeda bernama reverse battle royale, di mana pemain justru harus menghindari bagian luar arena dan berusaha tetap berada di area tengah agar tidak terlempar keluar.

Super Smash Royale sendiri bukan satu-satunya proyek browser unik yang memanfaatkan franchise Smash Bros. Sebelumnya, Smash.fun juga sempat viral karena memungkinkan pemain membuat lebih dari 1.000 fighter custom, termasuk karakter seperti Lionel Messi, Taylor Swift, hingga Joe Rogan.

Di saat yang sama, kabar mengenai game Super Smash Bros baru juga tengah beredar. Nintendo memang belum mengungkap secara resmi seperti apa proyek tersebut. Kalau melihat kreativitas pa

Leave a Comment

Optimized by Optimole