Capcom Siapkan RE Engine Berbasis AI, Pengembangan Game Bakal Lebih Cepat?

Raihan

October 3, 2026

Capcom mengumumkan rencana besar untuk mengembangkan RE Engine menjadi “AI-generation game engine”. Melalui proyek bernama REX, perusahaan asal Jepang tersebut ingin mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk membuat proses pengembangan game menjadi lebih efisien.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara teknologi Capcom Open Conference RE: 2026. Dalam presentasinya, programmer Satoshi Ishida menjelaskan bagaimana Capcom berencana mengembangkan mesin game andalannya yang selama ini digunakan untuk berbagai judul populer.

Meski membawa nama AI, proyek ini bukan berarti Capcom akan menggunakan teknologi generatif untuk membuat seluruh konten game secara otomatis.

REX Hadir dengan Enam Program Berbasis AI

Proyek REX dirancang untuk menghadirkan enam program berbeda yang akan terintegrasi dengan RE Engine. Masing-masing memiliki fungsi untuk membantu berbagai aspek pengembangan, mulai dari pengelolaan data hingga optimalisasi sistem.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Re:Dox, sebuah sistem pengelolaan data yang bertugas menerjemahkan berbagai jenis data ke dalam aturan yang seragam. Tujuannya adalah mempercepat pemrosesan dan mempermudah pengelolaan data dalam proyek game berskala besar.

Ada juga RE:UI, yang dirancang untuk membantu optimalisasi perangkat pengembangan RE Engine menggunakan AI. Dengan dukungan tersebut, Capcom ingin membuat berbagai alat pengembangan menjadi lebih efisien tanpa harus mengandalkan proses manual sepenuhnya.

Kedua program ini menunjukkan bahwa fokus Capcom bukan sekadar menghadirkan fitur AI yang terlihat oleh pemain, melainkan memperbaiki sistem kerja di balik layar.

RE: Runtime dan RE: Flows Bisa Mempercepat Proses Pengembangan

Selain pengelolaan data dan optimalisasi, Capcom juga menyiapkan program yang secara langsung membantu proses pembuatan game.

Salah satunya adalah RE: Runtime, yang memungkinkan engine menangani animasi banyak objek dan karakter secara berkelompok. Pendekatan ini berpotensi mengurangi beban ketika sistem harus menjalankan animasi secara individual untuk setiap objek.

Sementara itu, RE: Flows menjadi salah satu bagian paling menarik dari proyek REX. Program ini dirancang untuk menyederhanakan penerapan ide mekanik game, kemudian mengubahnya menjadi bahasa pemrograman yang terstandardisasi.

Konsep tersebut sekilas memiliki kemiripan dengan vibe coding, yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk membantu menerjemahkan instruksi atau ide menjadi kode. Namun, detail mengenai cara kerja RE: Flows masih terbatas sehingga belum bisa dipastikan sejauh mana AI akan terlibat dalam proses tersebut.

Jika berjalan sesuai rencana, berbagai alat ini dapat membantu developer menguji dan menerapkan ide permainan dengan lebih cepat.

Capcom Punya Alasan Mengembangkan AI di RE Engine

Capcom menyebut ada beberapa alasan di balik pengembangan REX. Salah satunya adalah semakin kompleksnya game modern, yang membutuhkan pengelolaan data dalam jumlah besar.

Ketika proyek semakin luas, perubahan kecil pada data pun bisa memerlukan waktu yang cukup lama. Karena itu, Capcom ingin membangun sistem yang mampu mempercepat proses tersebut.

Alasan lainnya berkaitan dengan jumlah pengguna RE Engine yang kini telah mencapai lebih dari 2.000 orang, termasuk developer dari berbagai negara. Dengan latar belakang dan bahasa yang berbeda, Capcom membutuhkan sistem yang lebih mudah dipahami dan digunakan secara universal.

Selain itu, perkembangan teknologi AI yang semakin cepat juga menjadi pertimbangan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses pengembangan game.

Capcom Tegaskan AI Bukan untuk Menggantikan Konten Kreatif

Penggunaan AI dalam industri game memang masih menjadi topik yang cukup kontroversial. Namun, pendekatan Capcom sejauh ini berbeda dari penggunaan AI generatif untuk menciptakan aset visual secara langsung.

Sebelumnya, Capcom telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan aset yang dihasilkan AI sebagai konten dalam game. Sebaliknya, teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas selama proses pengembangan.

Sejumlah program dalam proyek REX juga tampaknya lebih berfokus pada optimalisasi sistem, pengelolaan data, serta bantuan pemrograman, bukan menciptakan ilustrasi, model karakter, atau aset visual secara otomatis.

Meski demikian, detail implementasi seluruh program REX masih perlu ditunggu. Terutama untuk fitur seperti RE: Flows, yang berpotensi melibatkan AI dalam proses penulisan atau penyusunan kode.

Masa Depan RE Engine Masih Menarik untuk Ditunggu

Dalam satu dekade terakhir, Capcom berhasil membangun reputasi sebagai salah satu developer besar yang konsisten menghadirkan game berkualitas. Kesuksesan berbagai judul mereka juga menunjukkan bahwa pendekatan pengembangan yang selama ini digunakan sudah berjalan dengan baik.

Karena itu, kehadiran REX menjadi langkah menarik sekaligus tantangan baru bagi perusahaan. Integrasi AI berpotensi membantu Capcom menangani proyek yang semakin kompleks, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada bagaimana teknologi tersebut diterapkan.

Jika berhasil, pengembangan RE Engine berbasis AI bisa menjadi salah satu fondasi penting bagi proyek-proyek Capcom berikutnya. Namun, pemain tentu masih harus menunggu untuk melihat apakah peningkatan efisiensi tersebut benar-benar berdampak pada kualitas game yang dirilis.

Leave a Comment

Optimized by Optimole