Steam Diprediksi Tembus Pendapatan Rp300 Triliun untuk Pertama Kalinya pada 2026

Raihan

October 2, 2026

Steam diprediksi akan mencatat sejarah baru dengan menghasilkan lebih dari US$20 miliar sepanjang 2026. Jika perkiraan tersebut benar, ini akan menjadi pertama kalinya platform milik Valve menembus angka pendapatan tahunan tersebut.

Berdasarkan estimasi Alinea Analytics, Steam menghasilkan sekitar US$1,7 miliar pada September 2026. Angka tersebut menjadi rekor pendapatan September tertinggi sepanjang sejarah Steam dan sekitar 13% lebih tinggi dibandingkan rekor September 2025.

Kuartal Ketiga Steam Juga Pecahkan Rekor

Performa September ikut mendorong Steam mencatat rekor baru pada kuartal ketiga 2026.

Sepanjang Q3 2026, Steam diperkirakan menghasilkan sekitar US$5,5 miliar, meningkat sekitar 12% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Jika dihitung sejak Januari hingga September 2026, total pendapatan Steam diperkirakan sudah mencapai US$16,5 miliar. Angka tersebut naik sekitar 13% dibandingkan estimasi US$14,5 miliar pada sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

Dengan masih tersisa satu kuartal, Alinea Analytics memprediksi Steam akan melewati US$20 miliar sebelum 2026 berakhir.

Steam bahkan hanya membutuhkan sekitar US$3,5 miliar tambahan selama tiga bulan terakhir tahun ini untuk mencapai milestone tersebut.

Game Baru Ikut Mendorong Pendapatan Steam

Salah satu faktor yang membantu performa Steam adalah banyaknya game besar yang dirilis sepanjang 2026.

Game yang dirilis pada tahun ini menyumbang sekitar 33,6% pendapatan dari 500 game dengan pendapatan terbesar di Steam selama September. Sementara itu, game yang benar-benar membawa IP baru menyumbang sekitar 20,5%.

Meski begitu, franchise yang sudah dikenal masih menjadi sumber pendapatan terbesar. Game-game dari franchise lama menyumbang sekitar 79,5% pendapatan dari kelompok 500 game dengan pendapatan tertinggi tersebut.

Artinya, game baru memang memberikan kontribusi besar, tetapi nama-nama besar yang sudah memiliki basis pemain tetap menjadi penggerak utama bisnis Steam.

Counter-Strike 2 hingga Dota 2 Tetap Jadi Mesin Uang

Game free-to-play juga memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan Steam.

Sumber: Steam

Counter-Strike 2, Apex Legends, PUBG, dan Dota 2 secara gabungan diperkirakan menghasilkan hampir US$168 juta sepanjang September.

Jumlah tersebut setara dengan hampir 10% dari total pendapatan Steam yang diperkirakan mencapai US$1,7 miliar pada bulan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa Steam tidak hanya mengandalkan penjualan game premium. Model free-to-play dengan transaksi dalam game juga menjadi bagian penting dari ekosistem pendapatan platform.

Wardogs Jadi Salah Satu Game dengan Performa Terbesar

Beberapa game premium juga mencatat performa besar sepanjang September.

Wardogs menjadi salah satu yang paling menonjol setelah memasuki Early Access pada 10 September. Game PvP shooter tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar US$86,9 juta selama bulan pertamanya.

Sementara itu, Onimusha: Way of the Sword menghasilkan sekitar US$30,4 juta. The Blood of Dawnwalker menyusul dengan estimasi US$26,9 juta.

Bahkan EA FC 27 mampu menghasilkan sekitar US$20,7 juta dari penjualan versi Steam. Angka tersebut cukup menarik mengingat sebagian besar penjualan game tersebut tetap berasal dari platform konsol.

Steam Semakin Dekat dengan Rekor US$20 Miliar

Dengan performa hingga September yang terus meningkat, Steam kini hanya membutuhkan sekitar US$3,5 miliar lagi untuk mencapai US$20 miliar pendapatan tahunan.

Jika estimasi Alinea Analytics terealisasi, 2026 akan menjadi tahun pertama Steam menembus angka tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya skala bisnis platform PC milik Valve.

Leave a Comment

Optimized by Optimole