SEGA merayakan ulang tahun ke-35 Sonic the Hedgehog dengan menghadirkan koleksi yang terbilang tidak biasa. Perusahaan asal Jepang tersebut menjual figur Sonic yang diklaim memiliki “DNA Sonic” di dalam tubuhnya, dengan harga mencapai sekitar US$20.845 atau lebih dari Rp300 juta.
Figur ini dikembangkan bersama LOM BABY, tim yang menggabungkan bioteknologi dan seni. Sebelumnya, mereka juga pernah membuat berbagai karya unik, termasuk sampel T-Virus dari Resident Evil dan daging naga sintetis.
Setelah sebelumnya dipamerkan di toko SEGA kawasan Shibuya, Tokyo, kini figur tersebut tersedia untuk dibeli melalui toko daring Jepang. Namun, harganya yang fantastis membuat koleksi ini lebih ditujukan bagi penggemar dan kolektor dengan anggaran besar.
DNA Sonic Disimpan di Dalam Chaos Emerald
Harga figur Sonic ini mencapai 3,3 juta yen, belum termasuk biaya pengiriman. Angka tersebut jauh melampaui figur porselen Sonic edisi terbatas yang sebelumnya dijual seharga sekitar US$7.000.
Menurut penjelasan pembuatnya, DNA sintetis Sonic dirancang dengan menganalisis karakteristik sang landak biru, mulai dari penampilan, kepribadian, hingga kemampuan khasnya, termasuk ketidakmampuannya berenang.
DNA buatan tersebut kemudian ditempatkan di dalam Chaos Emerald berwarna hijau yang menyala di bagian dada figur. Dengan desain ini, kolektor dapat melihat langsung batu zamrud tersebut melalui bagian transparan pada tubuh Sonic.
Meski disebut sebagai DNA Sonic, materi tersebut bukan DNA biologis asli dari karakter fiksi. DNA yang digunakan merupakan hasil kreasi sintetis yang dibuat sebagai bagian dari konsep artistik koleksi ini.
Terbuat dari Asam Nukleat dan Resin
LOM BABY menggunakan asam nukleat sebagai bahan DNA sintetisnya. Molekul ini merupakan jenis molekul yang berperan menyimpan informasi genetik pada organisme hidup.
Sementara itu, bagian tubuh Sonic, Chaos Emerald, dan lensa transparan yang memperlihatkan bagian dalamnya dibuat menggunakan resin.
Figur ini memiliki tinggi sekitar 9,8 inci atau 24,9 cm. Produk tersebut juga dilengkapi alas berukuran sekitar 30 cm × 21,3 cm dengan ketebalan 1,5 cm.
Setiap unit memiliki nomor seri unik, sehingga memberikan identitas tersendiri bagi kolektor yang membelinya.
Koleksi Sonic dengan Harga Fantastis
Kehadiran figur ini menjadi salah satu cara SEGA merayakan perjalanan Sonic yang telah mencapai usia 35 tahun. Alih-alih sekadar menghadirkan patung karakter, proyek ini menggabungkan desain koleksi dengan konsep bioteknologi artistik.
Meski begitu, DNA yang terdapat di dalam figur tersebut tetap merupakan hasil rekayasa kreatif, bukan materi genetik asli dari landak biru tersebut.
Dengan harga lebih dari Rp300 juta, figur Sonic ini jelas bukan merchandise biasa. Koleksi tersebut menawarkan konsep yang unik bagi penggemar, tetapi harganya sendiri menjadi salah satu hal paling mencolok dari perayaan ulang tahun Sonic kali ini.

