Pemain profesional Dota 2 asal Thailand, Nuengnara ‘23savage’ Teeramahanon, membagikan pengalaman tak biasa ketika tempat bootcamp timnya di Malaysia didatangi polisi. Ia mengaku sempat diborgol dan diinterogasi bersama rekan setimnya sebelum diminta membuktikan bahwa dirinya benar-benar seorang gamer profesional.
Dalam unggahan di Facebook, pemain Xipto Esports tersebut menceritakan bagaimana sesi latihan tim berubah menjadi pemeriksaan oleh aparat. Bahkan, 23savage mengaku harus memainkan pertandingan Dota 2 di depan seorang petugas untuk menunjukkan kemampuannya.
23savage Mengaku Sempat Diborgol Selama Dua Jam
Menurut cerita 23savage, kejadian bermula setelah sesi latihan selesai dan para pemain sedang menggunakan ponsel mereka. Saat itulah sejumlah detektif dari Kuala Lumpur memasuki rumah yang digunakan sebagai tempat bootcamp.
Ia mengklaim polisi menyita paspor dan ponsel, memutus koneksi internet, serta mematikan komputer mereka. 23savage, Fbz, dan Oli kemudian diborgol dan menjalani interogasi selama sekitar dua jam. Mereka ditanyai mengenai pekerjaan serta apakah benar berprofesi sebagai pemain esports profesional.
Situasi mulai mencair ketika seorang petugas yang mengenakan jersey tim nasional sepak bola Prancis dengan nama Olise dan nomor punggung 11 mengaku mengenal Dota dan Fnatic. Setelah 23savage menunjukkan akun Instagram miliknya, petugas tersebut juga mengenali Ms Puiyi dalam salah satu foto.
Main Dota 2 di Depan Polisi, 23savage Klaim Cetak 32 Kill
Setelah mengetahui identitasnya, seorang petugas melepas borgol 23savage agar ia bisa menunjukkan kemampuan bermainnya. Sang pemain kemudian masuk ke pertandingan Dota 2 menggunakan hero Kez, sementara detektif tersebut mengawasi permainannya.
23savage mengklaim berhasil mengakhiri pertandingan dengan total 32 kill. Performa tersebut disebut berhasil meyakinkan petugas bahwa dirinya memang seorang pemain profesional. Borgol yang masih dikenakan para pemain kemudian dilepas, dan 23savage diizinkan kembali bermain.
Ia juga mengatakan bahwa para petugas mulai percaya bahwa dirinya merupakan gamer profesional sekaligus figur publik. Setelah situasi lebih terkendali, 23savage bahkan menanyakan berapa lama lagi pemeriksaan akan berlangsung karena dirinya perlu kembali berlatih dan bertanding.
Alasan Penggerebekan Belum Diketahui
Hingga cerita tersebut dibagikan, alasan polisi menggerebek bootcamp esports itu belum diketahui secara jelas. Informasi mengenai kejadian ini berasal dari pengalaman yang diceritakan 23savage melalui unggahan Facebook miliknya.
Meski akhirnya bisa kembali bermain, pengalaman tersebut tetap menjadi kejadian yang tidak biasa bagi sang pemain. Ia bahkan menyebut ada kerugian lain yang dialaminya: dua kotak Nutella miliknya diklaim ikut dimakan oleh para petugas.
Kisah ini pun menghadirkan situasi unik ketika kemampuan bermain Dota 2 menjadi cara 23savage untuk meyakinkan polisi mengenai profesinya. Namun, tanpa informasi lebih lanjut mengenai alasan penggerebekan, belum jelas apa yang sebenarnya memicu pemeriksaan terhadap bootcamp tim tersebut.

