Pemain CS2 Kzy Dilarang Bertanding Seumur Hidup Usai Skandal Match-Fixing Senilai US$4,5 Juta

Raihan

October 16, 2026

Oliver ‘kzy’ Heck, mantan pemain Counter-Strike 2 MOUZ yang terakhir membela tim NOMERCY, dijatuhi larangan berkompetisi seumur hidup setelah terseret investigasi dugaan pengaturan pertandingan (match-fixing) di turnamen Roman Imperium Cup VII pada Maret 2026. Kasus ini turut menjadi sorotan setelah muncul taruhan senilai sekitar US$57.000 dengan potensi keuntungan lebih dari US$4,5 juta.

Komisi integritas esports, Esports Integrity Commission (ESIC), menjatuhkan sanksi kepada lima anggota NOMERCY setelah menyelidiki empat pertandingan yang mereka jalani. Kzy menerima hukuman paling berat, sementara empat anggota lainnya mendapat larangan berkompetisi selama tiga hingga lima tahun.

Dalam empat pertandingan yang diperiksa, NOMERCY kalah dari BetBoom, Sangal, BESTIA, dan Wildcard. Mereka hanya mampu mengumpulkan total lima ronde, sedangkan lawan-lawannya menang dengan skor telak 13-0, 13-3, 13-1, dan 13-1.

ESIC Temukan Pola Taruhan Mencurigakan

Dalam pengumuman pada 15 Oktober, ESIC menyebut informasi terkait aktivitas taruhan mengungkap adanya taruhan kombinasi bernilai tinggi pada pertandingan NOMERCY tanggal 28 Maret. Taruhan tersebut menargetkan handicap -9,5 ronde untuk lawan NOMERCY di keempat pertandingan.

Artinya, tim lawan harus menang dengan selisih setidaknya 10 ronde di setiap pertandingan agar taruhan tersebut memenuhi ketentuan. Keempat hasil pertandingan yang diperiksa ternyata sesuai dengan skenario tersebut.

Kasus ini semakin menarik perhatian setelah beredar tangkapan layar yang memperlihatkan taruhan sekitar US$57.000 dengan potensi pembayaran lebih dari US$4,5 juta. Namun, laporan RTP Arena menyebut taruhan tersebut akhirnya dibatalkan oleh pihak bookmaker, dan informasi itu dikonfirmasi oleh penyelenggara turnamen.

ESIC tidak mengungkap siapa yang memasang taruhan tersebut. Komisi itu juga tidak menyatakan bahwa kzy secara pribadi menerima keuntungan dari taruhan tersebut.

Kzy Dijatuhi Larangan Seumur Hidup

Dalam penyelidikannya, ESIC meninjau rekaman permainan, informasi aktivitas taruhan, analisis yang berkaitan dengan masing-masing pemain, serta catatan keuangan dan komunikasi yang tersedia.

Penyelidik menemukan sejumlah masalah berulang dalam permainan NOMERCY, termasuk pengambilan keputusan, penggunaan utility, positioning, dan koordinasi permainan. ESIC menegaskan bahwa satu kesalahan saja tidak cukup untuk membuktikan adanya pengaturan pertandingan.

Kzy dinyatakan bertanggung jawab atas manipulasi pertandingan, insiden koruptif di dalam permainan, serta memfasilitasi tindakan koruptif. Perannya sebagai pemimpin tim dan pemberi arahan permainan, keterlibatannya dalam pemilihan map (map veto), serta kegagalannya bekerja sama selama investigasi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap sanksi seumur hidup.

Empat Anggota NOMERCY Lainnya Juga Disanksi

Selain kzy, ESIC menjatuhkan hukuman kepada empat anggota NOMERCY lainnya dengan durasi berbeda, berdasarkan hasil investigasi dan faktor yang dipertimbangkan dalam penjatuhan sanksi.

James8k dan perakokanje menerima larangan selama lima tahun, yang berlaku hingga 23 April 2031. Sementara itu, 2xplayN dan srtn1 dijatuhi larangan selama tiga tahun hingga 23 April 2029. Kerja sama keduanya selama proses investigasi menjadi faktor yang meringankan hukuman.

Sanksi tersebut berlaku untuk kompetisi yang berada di bawah ESIC maupun kompetisi yang didukung oleh anggotanya. Larangan ini juga tidak terbatas pada peran sebagai pemain, tetapi mencakup keterlibatan lain dalam ekosistem esports, seperti pelatih, manajemen, analis, dan posisi terkait lainnya.

Kasus NOMERCY kembali menyoroti dampak serius pengaturan pertandingan terhadap integritas kompetisi esports profesional. Selain berpotensi merusak kepercayaan penonton, praktik tersebut juga dapat berujung pada sanksi jangka panjang bagi pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Leave a Comment

Optimized by Optimole